GELUMPAI.ID – Polemik seputar dugaan hubungan asmara antara Kim Soo-hyun dan mendiang Kim Sae-ron kembali jadi sorotan.
Kali ini, pihak Kim Soo-hyun melalui kuasa hukumnya, Ko Sang-rok dari Law Firm Phil, merinci perbedaan isi surat yang dikirim sang aktor kepada mendiang dengan surat-surat yang ditulisnya untuk mantan kekasih sebenarnya saat wajib militer.
Menurut Ko Sang-rok, surat yang ditujukan kepada mendiang Kim Sae-ron sama sekali tidak menunjukkan nuansa asmara.
“Tidak ada ungkapan kasih sayang langsung, tidak ada pujian soal penampilan, tidak ada kenangan yang dibagi, bahkan tak ada rencana pertemuan yang spesifik. Isinya lebih banyak soal rencana setelah wamil, tanpa satu pun pertanyaan atau rasa ingin tahu terhadap penerima surat,” jelasnya.
Sebaliknya, dalam 150 lebih surat untuk mantan kekasih sebenarnya, Kim Soo-hyun menuliskan ungkapan rindu, rasa syukur karena ditunggu, penyesalan karena sebelum wamil kurang meluangkan waktu, janji untuk lebih mencintai, hingga kerinduan untuk segera berjumpa saat cuti.
“Surat-surat itu penuh dengan ekspresi cinta yang nyata, berbeda jauh dengan satu-satunya surat yang ditulis kepada mendiang,” tambah sang pengacara.
Ia juga menyinggung kabar soal kunjungan Kim Sae-ron ke rumah Kim Soo-hyun saat aktor itu cuti wamil. Menurutnya, itu hanyalah kunjungan singkat yang kebetulan cocok dengan jadwal.
“Rumah itu memang atas nama Kim Soo-hyun, tapi dihuni oleh sang kakak yang juga manajer sekaligus co-CEO agensi. Kunjungan itu pun tidak direncanakan, dan kakaknya turut hadir di tempat,” katanya menegaskan.
Sebelumnya, Ko Sang-rok telah merilis beberapa surat pribadi Kim Soo-hyun untuk kekasihnya saat wamil sebagai bukti bahwa hubungan asmara yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan Kim Sae-ron, yang kala itu masih berstatus di bawah umur.
Salah satu kutipan surat yang ditujukan untuk mantan kekasih berbunyi: “Aku terus berpikir, apa yang sudah kulakukan dan apa yang bisa kulakukan untukmu. Rasa bersalah dan terima kasih selalu kembali. Kamu yang berusaha keras menghadapi sikapku yang canggung… aku hanya merasa kamu sangat berharga. Sangat.”

