GELUMPAI.ID – Polres Kota Tangsel berhasil menangkap empat pelaku yang terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap anggota Polsek Ciputat Timur, berinisial FR.
Kapolres Kota Tangsel, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, mengungkapkan bahwa keempat tersangka, yaitu MH, HR, F, dan RA, sebagian besar masih di bawah umur.
Menurut penjelasan Kapolres, MH bertanggung jawab membeli cairan kimia air keras dan memberikan celurit kepada tersangka F dan HR untuk digunakan dalam penyiraman air keras menggunakan gayung dan botol bekas, serta untuk membacok anggota Polsek Ciputat Timur.
Sementara itu, tersangka RA terlibat dalam pencurian sepeda motor milik anggota polsek tersebut.
“Para tersangka dikenakan pasal 214 KUHP pasal 365 KUHP subsider pasal 362 KUHP, pasal 170 KUHP dan pasal 351 KUHP, melakukan tindak pidana perlawanan terhadap pejabat yang sedang melaksanakan tugas atau pencurian dengan kekerasan subsider pencurian secara bersama sama melakukan kekerasan terhadap orang atau penganiayaan,” ujar Victor di Markas Polres (Mapolres) Kota Tangsel, pada Sabtu (25/1/2025).
“Unit Reskrim Polsek Ciputat Timur melakukan upaya antsipasi pencegahan dan pembubaran terhadap kelompok tersebut. Pada saat akan dibubarkan, dari kelompok remaja tersebut ada yang melakukan perlawanan dengan cara menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah petugas kami dan melakukan pembacokan terhadap petugas serta melakukan pencurian terhadap kendaraan yang dikendarai oleh petugas kami,” sambungnya, dikutip dari LambeTurah.co.id, pada Sabtu (25/1).
Setelah menerima laporan, pihak kepolisian membentuk tim khusus untuk mengejar para pelaku dan berhasil mengidentifikasi empat tersangka.
Kapolres Victor menjelaskan bahwa kedua korban, yang terdiri dari anggota Polri dan seorang mitra, sama-sama menjadi korban penyiraman air keras oleh para pelaku.
Dia menambahkan bahwa kondisi anggota Polri yang menjadi korban sudah membaik dan saat ini menjalani perawatan jalan. Sementara itu, anggota mitra yang juga terkena serangan tersebut telah dirujuk ke RS Polri Kramatjati untuk mendapatkan perawatan intensif, dan kini sudah menjalani perawatan jalan.

