Entertainment
Beranda » Entertainment » Popularitas Drama The Tyrant’s Chef Bikin Studio Dragon Kinclong, Saham Ikut Melonjak

Popularitas Drama The Tyrant’s Chef Bikin Studio Dragon Kinclong, Saham Ikut Melonjak

GELUMPAI.ID – Drama The Tyrant’s Chef (Bon Appétit Your Majesty di Netflix) besutan Studio Dragon, anak perusahaan CJ Group, bukan cuma jadi buah bibir di kalangan pecinta drama, tapi juga bikin pasar saham bergeliat.

Berkat kesuksesan drama ini, sejumlah perusahaan sekuritas kompak meramal kinerja Studio Dragon bakal semakin ciamik dalam jangka menengah hingga panjang.

Dari laporan riset yang dirilis 4 September, Daishin Securities menegaskan rekomendasi buy untuk saham Studio Dragon dengan target harga Rp640.000 per saham (KRW 64.000).

Mereka menilai, popularitas The Tyrant’s Chef akan mengerek performa perusahaan di paruh kedua 2025.

Senada, Shinhan Investment & Securities juga mempertahankan rekomendasi buy dengan target Rp500.000 (KRW 50.000).

Data dari Bursa Korea mencatat, pada pukul 09.26 KST saham Studio Dragon naik 2,44 persen menjadi Rp441.000 (KRW 44.100) per lembar.

Sejak tayang perdana 23 Agustus lalu, The Tyrant’s Chef mencatat lonjakan rating yang signifikan, dari 4,9 persen di episode pertama menjadi 11,1 persen pada episode keempat.

Tak hanya itu, drama ini juga sukses menembus peringkat global di Netflix.

Usai meraih posisi pertama di kategori TV show global pada 25 Agustus, drama ini masih bertahan di tiga besar hingga awal September.

Menurut analis Shinhan Investment, Jin In-hae, pencapaian ini bukan hal biasa.

“Struktur peringkat Netflix cenderung menguntungkan konten original yang mereka kuasai penuh. Jadi, karya seperti The Tyrant’s Chef yang bisa menembus top 1–3 global adalah prestasi luar biasa,” jelasnya.

Keberhasilan ini diyakini bakal menambah stabilitas bisnis Studio Dragon.

Tahun lalu, perusahaan membukukan laba operasional KRW 36,4 miliar.

Daishin Securities memprediksi tahun depan angka itu bisa naik menjadi KRW 52,6 miliar.

Jumlah produksi drama juga diproyeksikan meningkat dari 19 judul pada 2024, menjadi 25 judul di 2025, dan 27 judul pada 2026.

Kim Hoe-jae, analis Daishin Securities, menambahkan, “Semester dua tahun ini diprediksi lebih kuat daripada semester pertama. Selain jumlah produksi bertambah, rating juga menanjak, ditambah dengan efisiensi produksi yang mulai terlihat. Hasil yang ditunggu-tunggu akhirnya mulai muncul,” tandasnya.