GELUMPAI.ID – Suasana jelang final Liga Europa antara Tottenham Hotspur dan Manchester United kian memanas, menyoroti kontras performa The Lilywhites di kompetisi Eropa dan liga domestik. Manajer Ange Postecoglou melontarkan jawaban keras terhadap pertanyaan media yang menyiratkan kegagalan tim bisa membuatnya terlihat seperti ‘badut’, sementara kapten Son Heung-Min melihat trofi ini sebagai kesempatan besar untuk menebus performa yang “tidak dapat diterima” di Liga Primer Inggris musim ini.
Postecoglou, yang akan memimpin timnya di laga ke-100 sebagai manajer Spurs, menunjukkan ketidaksenangannya terhadap pertanyaan yang meremehkan usai disinggung mengenai ‘garis tipis’ antara kesuksesan di Liga Europa dan performa di Liga Primer.
“Itu tergantung pada pandangan Anda, tetapi saya akan memberitahu Anda satu hal, terlepas dari besok, saya bukan badut, tidak akan pernah, dan saya sangat kecewa Anda menggunakan terminologi seperti itu tentang seseorang yang, selama 26 tahun, tanpa bantuan dari siapa pun, telah bekerja keras hingga berada di posisi di mana dia memimpin klubnya di final kompetisi besar Eropa,” tegas Postecoglou.
“Mengatakan kami tidak berhasil berarti saya badut, saya tidak yakin bagaimana menjawab pertanyaan itu,” tambahnya.
Di sisi lain, kapten Son Heung-Min secara terbuka mengakui bahwa performa Tottenham di Liga Primer Inggris musim ini “tidak dapat diterima”. Tottenham, yang sering disebut-sebut terpuruk di liga domestik musim ini, justru tampil impresif di kompetisi Eropa hingga mencapai final.
“Ya, di liga, posisi kami sekarang jelas tidak dapat diterima, tetapi saya tidak ingin memikirkan hal-hal yang tidak baik itu. Ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkannya,” kata Son. Ia menekankan bahwa perjalanan menuju final Liga Europa tidaklah mudah, membutuhkan kerja keras, disiplin, dan kepercayaan diri tinggi.
“Seperti yang saya katakan di konferensi pers sebelumnya, kami berada di sini dan mencapai final. Anda harus mengalahkan beberapa tim bagus, Anda harus melakukan perjalanan tandang, Anda harus menghadapi pertandingan sulit, Anda harus disiplin dan Anda harus memiliki keyakinan pada diri sendiri, yang telah kami lakukan dan itulah mengapa kami berada di final,” jelasnya.
Son melihat kesempatan besar untuk mengubah narasi musim ini yang diwarnai performa inkonsisten di liga. “Kami bisa mengubah musim buruk di liga dengan trofi dan Spurs hanya kekurangan trofi,” ujarnya.
“Beberapa musim kami tampil luar biasa, kami berada di Liga Champions, kami finis kedua tetapi kami masih kehilangan sesuatu. Tahun ini kami bisa mengubah itu, jadi besok, saya harap kami bisa mengubah itu,” pungkasnya.

