News
Beranda » News » Jalur Gaza Memanas, 75 Persen Misi PBB Ditolak Masuk!

Jalur Gaza Memanas, 75 Persen Misi PBB Ditolak Masuk!

GELUMPAI.ID — Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa 75 persen misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ditolak masuk ke Jalur Gaza.

Penolakan ini disebabkan oleh blokade ketat dan serangan dari pihak Israel yang masih berlangsung.

Ghebreyesus menyampaikan hal itu dalam konferensi pers pada Kamis, seperti dilaporkan oleh Antara.

Ia menegaskan bahwa blokade yang diberlakukan sejak 2 Maret 2024 telah menghambat distribusi bantuan kemanusiaan.

Pasokan makanan, obat-obatan, dan bantuan medis lainnya tak dapat masuk ke wilayah Gaza.

Situasi ini memperparah krisis kemanusiaan yang sudah terjadi sejak lama.

Warga Gaza semakin rentan terhadap kelaparan, malanutrisi, dan kekurangan layanan dasar seperti air bersih, tempat tinggal, serta fasilitas medis.

Menurut WHO, risiko penyakit dan angka kematian di kalangan warga Gaza meningkat drastis akibat keterbatasan akses ini.

Lebih dari 400 tenaga kesehatan dilaporkan tewas sejak agresi dimulai pada Oktober 2023.

“Agresi terhadap fasilitas dan pekerja kesehatan belum berhenti,” ujar Ghebreyesus.

Ia mengungkapkan bahwa serangan terburuk terjadi pada 23 Maret lalu.

Saat itu, konvoi bantuan medis diserang, menewaskan 15 paramedis Palestina dan petugas kemanusiaan.

WHO mengecam keras tindakan tersebut dan menyerukan perlindungan penuh terhadap infrastruktur kesehatan di wilayah konflik.

Ghebreyesus mendesak agar blokade terhadap Gaza segera dihentikan.

Ia juga meminta agar bantuan kemanusiaan bisa masuk secara bebas ke seluruh wilayah Gaza tanpa hambatan.

“Evakuasi medis harian harus kembali dilakukan, dan gencatan senjata harus segera dipulihkan,” ujarnya dengan nada tegas.

Dalam pembaruan terbaru, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.522 warga Palestina tewas dalam serangan terbaru Israel.

Total korban tewas sejak dimulainya agresi pada Oktober 2023 kini mencapai 50.886 orang.

Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

Sementara itu, dari pihak Israel, tercatat 1.218 orang tewas akibat serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Laman: 1 2