“Sekali lagi, Yang Mulia, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutan yang begitu besar yang diberikan kepada saya dan rombongan saya. Juga suatu kebahagiaan untuk kami melakukan kunjungan kenegaraan balasan ke Republik Turki,” ucapnya.
Ia turut mengapresiasi kunjungan sebelumnya dari Presiden Erdogan ke Indonesia dalam forum High Level Cooperation Council.
Menurut Prabowo, dorongan dari Erdogan telah memperkuat hubungan dua negara yang sudah terjalin selama 75 tahun.
“Kita telah berhubungan diplomatik 75 tahun. Dan sekarang kita bertekad untuk bekerja sama lebih penting karena kita memiliki latar belakang dan visi yang sama,” ujarnya.
Dalam pidato di hadapan Parlemen Turki, Prabowo menegaskan pentingnya posisi Indonesia dan Turki dalam dunia Islam dan kawasan Global South.
“Kami harus menjadi kekuatan positif dan kekuatan penting di dunia Islam. Kami juga harus tampil, tanggung jawab kami, tanggung jawab kita berdua sebagai pemimpin dari Global South, juga sebagai mitra strategis dalam tatanan global,” tegasnya.
Pidato tersebut menjadi momen penting bagi Prabowo karena merupakan pidato kenegaraan pertamanya di parlemen luar negeri.
“Ini pidato saya di hadapan parlemen di luar Indonesia yang pertama kali. Sebenarnya tadi saya sangat nervous, tapi alhamdulillah bisa saya selesaikan pidato dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ungkapnya.
Ia mengaku isi pidatonya disampaikan langsung dari hati.
“Turki sebagai penerus dari peradaban Ottoman adalah inspirasi bagi rakyat Indonesia. Karena itu kami sangat gembira dengan kerja sama yang baik ini. Kami yakin ke depan Turki dan Indonesia bisa kontribusi besar untuk perdamaian dunia,” tutupnya.
Sumber: BISNIS.com

