News
Beranda » News » Prabowo Santai Dihadapkan Peringatan Turunnya IHSG

Prabowo Santai Dihadapkan Peringatan Turunnya IHSG

GELUMPAI.ID — Presiden Prabowo Subianto pernah mendapat peringatan terkait potensi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), namun ia terlihat santai menanggapinya. Peringatan itu muncul menyusul kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagasnya.

Kemarinnya, IHSG memang mengalami penurunan tajam hingga 7% dan terjatuh ke level Rp6.084. Penurunan ini tercatat sebagai yang terendah sejak pandemi Covid-19.

Baca:
10 Saham Ini Dilego Asing Kala IHSG Kebakaran, BBCA Paling Dibuang

Hal ini disoroti Morgan Stanley yang pada pertengahan tahun lalu menurunkan peringkat pasar modal Indonesia. Menurut mereka, pelemahan rupiah dan beban fiskal yang semakin besar menjadi tantangan serius, terlebih menjelang pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto pada 2024.

Dalam catatannya, Morgan Stanley menyebutkan bahwa janji kampanye Prabowo, seperti program makan siang dan susu gratis untuk pelajar, dapat memberi “beban fiskal besar” yang memperburuk prospek ekonomi Indonesia.

Namun, Prabowo justru merespons santai ancaman ini. “Mau kasih makan bergizi? hahaha ketawa. Di awal mereka tertawakan saya dan saya tahu mereka mengancam saya,” ujar Prabowo di Sidang Tanwir Muhammadiyah, Kupang, Desember 2024.

Ia pun menegaskan bahwa masyarakat desa tidak mempedulikan pergerakan saham. “Saya bilang rakyat di desa-desa tidak punya saham, bener? Kalau saham jatuh, ya pemain-pemain bursa itu siapa yang main bursa? Menteri-menteri hayo ngaku?” tambahnya, sambil mencontohkan seorang temannya yang stres karena pergerakan saham.

Perlu diketahui, penurunan IHSG ini juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor domestik. Realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Februari 2025 mencapai Rp31,2 triliun. Sementara itu, penerimaan negara anjlok 20,85% dibandingkan tahun sebelumnya.

Arwendy Rinaldi Moechtar, Head of Equity Trading Mitra Andalan Sekuritas, mengatakan bahwa pelemahan ekonomi domestik dan ketidakpastian regulasi turut mempengaruhi IHSG.

Kondisi daya beli masyarakat yang melemah turut memberikan dampak pada pasar saham. Sebuah laporan menunjukkan bahwa deflasi tercatat -0,7% pada Februari 2025, yang mencerminkan rendahnya permintaan barang, terutama di sektor pangan.

Laman: 1 2