News
Beranda » News » Presma Uniba Kecam Keras Peminjaman Kampus untuk Kegiatan Eksternal

Presma Uniba Kecam Keras Peminjaman Kampus untuk Kegiatan Eksternal

GELUMPAI.ID – Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bina Bangsa (Uniba) M. Abdurrahman mengecam keras pelaksanaan kegiatan diskusi refleksi satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran yang digelar di Auditorium Uniba pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Kegiatan bertema “Lawan Kaum Serakahnomic, Wujudkan Masyarakat Adil & Makmur” itu dinilai melibatkan pihak eksternal tanpa prosedur yang sah.

Abdurrahman menilai kampus seharusnya menjadi ruang akademik yang bebas dan otonom, bukan dijadikan tempat kegiatan pihak luar.

Ia menyoroti sikap Pembina Yayasan yang dinilai inkonsisten terhadap prinsip tersebut.

“Memang pada akhirnya, kampus ini sebetulnya ruang lingkupnya internal. Dan sebetulnya tidak boleh yang adanya eksternal dalam kampus, saya pun mengecam keras kepada Pembina Yayasan hari ini,” tegasnya.

Menurutnya, pihak kampus telah memberikan izin peminjaman tempat hanya dalam waktu dua hari, sesuatu yang disebutnya tidak pernah terjadi untuk kegiatan organisasi mahasiswa.

“Kami sebagai Ormawa pun terkadang mengajukan suatu peminjaman tempat, terkadang sangat sulit. Dan kenapa hari ini atensi yang terjadi, pengajuan tempat ini boleh saya katakan selama dua hari, Senin diajukan, Selasa selesai, saya bisa buktikan itu,” ujarnya.

Abdurrahman juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki legalitas yang sah karena melibatkan pihak eksternal.

Ia menuding adanya ketidaktransparanan dalam mekanisme peminjaman tempat kampus.

“Di setiap kampus manapun, tidak boleh yang namanya ada eksternal dalam kampus, apalagi berge-riliya. Karena tidak ada peraturan yang mengatur bahwasanya eksternal boleh melakukan di dalam kampus, kami mengecam keras dan kami menolak keras akan kegiatan hari ini,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut kehadiran Wakil Menteri Sosial dalam acara tersebut sebagai bentuk pelanggaran etika, terutama karena dianggap menggunakan fasilitas kampus tanpa membayar.

“Dia meminjam tempat tanpa mengeluarkan uang, saya tidak sepakat. Sebagai Wakil Menteri, seharusnya punya idealis atau punya otak. Boleh sampaikan kepada Wakil Menteri Kemensos, saya mengecam keras, saya tidak mau kampus ini yang saya rawat bersama kawan-kawan internal menjadi bahan politik mereka,” tegasnya.

Laman: 1 2