GELUMPAI.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Provinsi Banten menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Gubernur Andra Soni dan Pemerintah Provinsi Banten dalam menurunkan angka kemiskinan secara signifikan pada semester pertama tahun 2025.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, angka kemiskinan pada Maret 2025 tercatat sebesar 5,63 persen, menurun dari 5,70 persen pada September 2024, atau setara dengan sekitar 4.700 jiwa rakyat Banten yang berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Hal ini disebut-sebut sebagai bukti nyata dari efektivitas kebijakan publik yang berpihak pada rakyat kecil.
“Capaian ini bukan hanya statistik. Ini adalah langkah konkret menuju janji kampanye Gubernur Andra Soni untuk mewujudkan ‘Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi’. Kami menilai bahwa arah kebijakan saat ini menunjukkan keberpihakan yang tegas pada masyarakat miskin dan kelompok rentan,” ujar Sekretaris DPW Partai PRIMA Banten, Syamsul Ma’arif.
Distribusi yang Lebih Adil: Perhatian untuk Perdesaan
Syamsul mengungkap, PRIMA Banten mencatat bahwa penurunan angka kemiskinan lebih terasa di wilayah perdesaan, dengan persentase penduduk miskin perdesaan turun menjadi 5,89 persen.
“Ini menunjukkan transformasi pendekatan pembangunan dari yang semula tersentralisasi di perkotaan menjadi lebih merata dan struktural, sesuai dengan visi keadilan spasial dan sosial,” tuturnya.
Ketimpangan Menyusut, Gini Ratio Turun
Selain penurunan kemiskinan, BPS juga mencatat turunnya Gini Ratio Provinsi Banten dari 0,359 menjadi 0,330.
Hal ini mengindikasikan bahwa ketimpangan distribusi pengeluaran antarpenduduk semakin mengecil, sebuah indikator penting menuju ekonomi yang lebih adil dan inklusif.
“Kami melihat bahwa pembangunan ekonomi yang dijalankan mulai mencerminkan prinsip keadilan distributif. Pertumbuhan yang terjadi bukan lagi pertumbuhan yang eksklusif, tetapi menyentuh kelompok bawah yang selama ini terpinggirkan,” jelasnya.
Daya Beli Meningkat, Konsumsi Rakyat Menguat
Meski garis kemiskinan naik menjadi Rp684.232 per bulan, PRIMA Banten mencermati bahwa hal ini tetap diimbangi oleh peningkatan daya beli masyarakat miskin.

