Bisnis & Ekonomi News
Beranda » Bisnis & Ekonomi » Proposal Merger Perplexity AI dengan TikTok U.S.: Ubah Struktur dan Libatkan Pemerintah AS

Proposal Merger Perplexity AI dengan TikTok U.S.: Ubah Struktur dan Libatkan Pemerintah AS

GELUMPAI.ID – Perusahaan rintisan mesin pencari asal AS, Perplexity AI, mengajukan revisi terhadap proposal merger yang sebelumnya diajukan kepada ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, untuk menciptakan entitas baru yang menggabungkan Perplexity dengan TikTok U.S., demikian dikutip Reuters pada Minggu.

Dalam proposal terbaru tersebut, disebutkan bahwa pemerintah AS akan memiliki hingga 50% saham di perusahaan baru yang akan terbentuk setelah penawaran umum perdana (IPO), kata seorang sumber yang mengetahui isi proposal tersebut.

Sebuah dokumen yang dibagikan Perplexity kepada ByteDance dan investor baru mengusulkan pembentukan sebuah perusahaan induk di AS bernama “NewCo”. Dalam struktur ini, ByteDance akan menjual TikTok U.S. kepada para investor, yang akan memberikan saham TikTok kepada investor yang ada. Namun, algoritma rekomendasi inti TikTok akan tetap dimiliki oleh ByteDance.

Gubernur AS direncanakan memiliki hingga setengah saham dari struktur baru ini setelah perusahaan tersebut melaksanakan IPO dengan valuasi minimal $300 miliar. Dalam proposal tersebut, Perplexity AI juga menyarankan untuk diakuisisi oleh perusahaan induk tersebut jika para investor mereka memperoleh distribusi saham NewCo.

Sumber yang dikutip oleh Reuters juga menyebutkan bahwa Perplexity berharap penawarannya bisa berhasil karena sifatnya yang lebih mengarah pada merger ketimbang penjualan langsung.

TikTok sempat dihentikan aksesnya untuk pengguna di AS pekan lalu setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan membuka kembali akses aplikasi tersebut setelah kembali berkuasa. Aplikasi TikTok sempat terhenti di AS akibat sebuah undang-undang yang mengaitkan aplikasi tersebut dengan masalah keamanan nasional.

ByteDance dan Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terhadap permintaan komentar dari Reuters. Pada hari Sabtu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dirinya sedang bernegosiasi dengan beberapa pihak mengenai kemungkinan pembelian TikTok, dan kemungkinan akan segera ada keputusan terkait masa depan aplikasi tersebut dalam waktu 30 hari ke depan.

Laman: 1 2