Kantor Kejaksaan Agung tengah menyelidiki keterlibatan Kim dalam dugaan intervensi pemilu terkait dengan broker politik yang mengaku sebagai Myung Tae-kyun. Myung diindikasikan pada Desember atas pelanggaran Undang-Undang Pemilu Pejabat Publik.
Jaksa baru-baru ini memeriksa Myung pada Kamis dan Jumat, sebuah langkah yang diartikan oleh beberapa pengamat sebagai tanda bahwa panggilan resmi terhadap Kim bisa segera dilakukan.
Kim diduga melakukan intervensi dalam pencalonan kandidat selama pemilu sela legislatif 2022.
Yoon dan Kim diduga menerima layanan polling dari lembaga survei yang dikelola oleh Myung selama kampanye presiden 2022. Sebagai imbalannya, mereka diduga membantu Kim Young-sun, mantan anggota legislatif dari Partai People Power, untuk mengamankan pencalonan partainya dalam pemilu sela di Changwon. Mantan legislator tersebut disebut-sebut membayar Myung untuk layanannya.
Jika Kim dipanggil dalam penyelidikan ini, jaksa diperkirakan akan memeriksanya di kantor kejaksaan, bukan di lokasi yang dirahasiakan seperti yang terjadi pada 2024.
Pada Juli 2024, jaksa memeriksa Kim di lokasi tertutup terkait dengan tuduhan penerimaan tas mewah dan kasus manipulasi saham besar yang terkait dengan Deutsch Motors, dealer BMW. Langkah ini memicu kemarahan publik, karena banyak yang melihatnya sebagai perlakuan istimewa bagi ibu negara.
Dengan Kim yang kini tidak lagi menjabat sebagai ibu negara, pihak berwenang kemungkinan besar akan memanggilnya ke kantor kejaksaan.
Jika keterlibatan Yoon dan Kim terbukti, mereka bisa menghadapi tuduhan terkait dana politik dan pelanggaran hukum pemilu pejabat publik.
Sumber: Korea Times

