Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » PSG Melaju Ke Final Liga Champions Usai Taklukan Arsenal

PSG Melaju Ke Final Liga Champions Usai Taklukan Arsenal

Mimpi Arsenal untuk melaju ke final Liga Champions musim ini pupus sudah. Bertandang ke Parc des Princes, The Gunners takluk dari Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga penuh drama yang berakhir dengan kekalahan bagi tim tamu. (cr/PSG)

GELUMPAI.ID – Mimpi Arsenal untuk melaju ke final Liga Champions musim ini pupus sudah. Bertandang ke Parc des Princes, The Gunners takluk dari Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga penuh drama yang berakhir dengan kekalahan bagi tim tamu.

Upaya Arsenal untuk membalikkan defisit 1-0 dari leg pertama menemui tembok kokoh bernama Gianluigi Donnarumma. Kiper PSG asal Italia itu kembali tampil gemilang, melanjutkan performa apiknya di Emirates Stadium pekan lalu. Serangkaian penyelamatan sensasionalnya di awal laga sukses membuat frustrasi lini serang Arsenal.

Donnarumma tercatat melakukan penyelamatan luar biasa dari peluang Gabriel Martinelli, dan bahkan lebih spektakuler lagi saat menepis tendangan jarak jauh mendatar Martin Odegaard yang mengarah ke sudut gawang. Gempuran awal Arsenal seolah tak berbuah hasil.

Justru PSG yang mampu memanfaatkan kelengahan. Pada menit ke-27, Fabian Ruiz berhasil menyambar bola liar hasil sundulan Thomas Partey di kotak penalti. Dengan sedikit defleksi, bola sepakan keras Ruiz dari jarak 20 yard tak mampu dijangkau kiper Arsenal, David Raya.

Pertandingan berjalan semakin menarik dengan jual beli serangan. Donnarumma kembali menunjukkan kelasnya dengan menepis peluang emas Bukayo Saka. Tak lama berselang, giliran Raya yang unjuk kebolehan dengan menggagalkan penalti Vitinha setelah Myles Lewis-Skelly dianggap melakukan handball di kotak terlarang.

Petaka bagi Arsenal kembali datang pada menit ke-72. Partey kehilangan bola di lini tengah, yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Achraf Hakimi. Bek sayap PSG itu melepaskan tembakan memutar badan yang tak mampu dibendung Raya.

Saka akhirnya berhasil menjebol gawang Donnarumma empat menit kemudian melalui sepakan mendatar dari sudut sempit. Namun, gol tersebut tak cukup untuk membangkitkan harapan comeback bagi Arsenal. Bahkan, Saka sempat membuang peluang emas di depan gawang yang kosong. Skor 2-1 untuk PSG bertahan hingga peluit akhir berbunyi, memastikan langkah mereka ke final Liga Champions di Munich, di mana mereka akan berhadapan dengan Inter Milan.

Arsenal sejatinya tampil dengan performa kelas atas di Paris. Namun, kenyataan pahit harus mereka telan karena gagal menghadirkan “momen-momen magis” seperti yang diharapkan sang manajer, Mikel Arteta. Puasa gelar Arsenal pun kini bertambah panjang menjadi lima tahun.

Di awal laga, Arsenal sempat mengejutkan PSG dan para pendukungnya dengan gelombang serangan cepat. Declan Rice memiliki peluang emas melalui sundulan, namun sayang masih melebar. Donnarumma sekali lagi menjadi mimpi buruk bagi harapan comeback Arsenal.

Arteta tak bisa menyalahkan para pemainnya yang telah berjuang keras menghadapi tim bertalenta seperti PSG, yang sebelumnya menaklukkan Manchester City di fase grup, serta menyingkirkan Liverpool dan Aston Villa di babak gugur.

Sayangnya, dominasi Arsenal di awal babak tak mampu dikonversi menjadi gol yang bisa memberikan tekanan pada PSG yang terlihat sedikit gugup di menit-menit awal. Hal ini justru membuat mereka rentan terhadap bahaya yang dimiliki tim asuhan Luis Enrique.

Terbukti, sebelum gol Ruiz, pemain muda berbakat Georgia, Khvicha Kvaratskhelia, sempat mengancam dengan tendangannya yang membentur tiang gawang, dan Bradley Barcola memaksa Raya melakukan penyelamatan gemilang.

Absennya striker murni sangat terasa bagi Arsenal ketika mereka memegang kendali permainan. Mikel Merino, yang diplot sebagai striker darurat, hanya memberikan sedikit ancaman di lini depan.

Para pemain Arsenal terlihat terpukul saat peluit akhir berbunyi, sementara Parc des Princes bergemuruh oleh perayaan kemenangan tuan rumah.

Kini, Arteta harus segera membangkitkan semangat timnya untuk memastikan mereka finis di posisi lima besar Liga Primer Inggris dan kembali berlaga di Liga Champions musim depan. Nama Donnarumma menggema di seantero Parc des Princes saat PSG merayakan keberhasilan mereka mencapai final Liga Champions kedua dalam sejarah klub.

Dan memang pantas demikian. Kiper raksasa Italia itu menjadi salah satu pilar penting, sama pentingnya dengan lini serang PSG yang brilian, dalam perjalanan mendebarkan mereka menuju Munich.

Sempat muncul perdebatan mengenai performa Donnarumma yang kurang konsisten di awal musim ini, yang bahkan memunculkan spekulasi bahwa ia bisa saja dicadangkan pada leg kedua babak 16 besar melawan Liverpool. Namun, pelatih kepala Luis Enrique tetap memberikan kepercayaan, dan kepercayaan itu telah dibayar lunas.

Ia tampil luar biasa dalam adu penalti yang menentukan di Anfield, sebelum menunjukkan performa individu kelas dunia di Villa Park, dan kemudian bersinar di kedua pertandingan melawan Arsenal.

PSG layak melaju ke Munich, di mana mereka berharap dapat meraih trofi Liga Champions yang selama ini mereka impikan. Mereka pernah mencapai final pada tahun 2020, namun kalah dari Bayern Munich. Kini, tim asuhan Luis Enrique telah bertransformasi, meninggalkan era “bling-bling” Neymar, Lionel Messi, dan Kylian Mbappe, dan membangun etos tim yang lebih solid.

Kvaratskhelia, Ousmane Dembele, Desire Doue, dan pemain muda berbakat PSG lainnya akan menghiasi panggung final Liga Champions, sebuah prospek yang sangat menarik setelah kemenangan sensasional Inter Milan atas Barcelona di babak semifinal.

Laman: 1 2