Khazanah

Puasa Saat Bepergian: Wajib atau Boleh Ditinggalkan?

epa00611467 General view of the Masachapa region, on the Pacific coast of Nicaragua, Wednesday 11 January 2006. The prestigious travel magazine Lonely Planet selected today Nicaragua as one of the 10 tourist destinies to visit in 2006, placing the Central American country in third position after Argentina and China. EPA/Mario Lopez

GELUMPAI.ID — Dalam ajaran Islam, puasa bagi musafir atau orang yang sedang melakukan perjalanan memiliki kelonggaran. Rasulullah SAW sendiri pernah berpuasa dalam perjalanan, tetapi di lain waktu juga berbuka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW menegaskan agar tidak mencela mereka yang memilih untuk tetap berpuasa maupun yang membatalkannya.

“Janganlah mencela orang yang puasa dan orang yang tidak puasa dalam perjalanan. Karena Rasulullah SAW pernah puasa dan tidak puasa dalam perjalanan,” (HR Muslim).

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW melihat seorang lelaki yang dikerumuni banyak orang saat perjalanan. Saat ditanya, mereka menjawab bahwa lelaki itu sedang berpuasa.

Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa dalam perjalanan tidak termasuk kebajikan apabila dengan puasa itu ia mendapat kesulitan karena perjalanannya yang jauh dan berat,” (HR Muslim).

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Wilayah Cilegon, 28 Maret 2025

Selain itu, Abu Said Al Khudri RA meriwayatkan bahwa ketika berperang bersama Rasulullah SAW pada 16 Ramadhan, ada yang berpuasa dan ada yang tidak. Namun, tidak ada yang saling mencela satu sama lain.

Dengan demikian, puasa bagi musafir bukan kewajiban mutlak, melainkan pilihan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Sumber: REPUBLIKA

Berita Populer

01

Axel Pons Pembalap Moto2 yang Jadi Musafir Jalan Kaki ke India

02

Pilkada Absurditas

03

Kejati Banten Dituding Politisasi Kasus untuk Downgrade Airin

04

CCTV Ungkap Detik-Detik Tragis Liam Payne di Hotel

05

Net TV Resmi Ganti Nama Jadi MDTV dan Pimpinannya, Halim Lie Ditunjuk Jadi Direktur Utama