GELUMPAI.ID – Selama puluhan tahun, dua sekolah dasar di Kota Serang ini hidup berdampingan dengan banjir.
SDN Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2, yang berada di Jalan Bio Banten, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, seolah punya “langganan tetap” setiap musim hujan datang, genangan air yang tak sekadar membasahi halaman, tapi juga menerobos masuk ke ruang kelas.
Kondisi yang sudah berlangsung puluhan tahun itu akhirnya mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang. Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, turun langsung meninjau lokasi pada Sabtu 8 November 2025.
“Ya, kita sidak hari Sabtu kemarin di SDN Pamarican 2. Sekolah ini sudah puluhan tahun mengalami banjir setiap kali hujan,” ujar Nuri saat dihubungi, pada Minggu 9 November 2025.
Menurutnya, bahkan saat hujan ringan pun air bisa menggenangi halaman dan ruang kelas. Jika curah hujan tinggi, genangan air bisa mencapai selutut hingga satu meter.
Dari hasil tinjauan, Nuri menyebut ada tiga penyebab utama banjir yaitu posisi sekolah yang lebih rendah dari jalan utama, buruknya sistem resapan karena di belakang sekolah terdapat kolam penangkaran ikan, dan tidak adanya saluran drainase di bagian belakang sekolah.
Ironisnya, drainase yang ada justru berada di posisi lebih tinggi dari area sekolah.
“Kami melakukan sidak ini untuk memastikan agar segera direncanakan solusi, supaya kegiatan belajar mengajar tidak terganggu,” tegasnya.
Situasi ini, menurut Nuri, membuat pihak sekolah waswas.
Ia mengungkap, apabila hujan terus turun, mereka terpaksa meliburkan kegiatan belajar selama berbulan-bulan.
Lebih parah lagi, genangan air kini mencapai 50–60 sentimeter dan mulai memunculkan ular di area sekolah.
“Sekarang juga sudah hampir 50 sampai 60 cm dan banyak ularnya, ini berbahaya untuk keselamatan dan kesehatan,” ungkapnya.
Nuri menilai persoalan ini bukan sekadar banjir, tapi sudah menjadi “bencana pendidikan” yang mengancam keselamatan siswa dan keberlangsungan belajar.
“Jadi besok sekolah Senin itu didaringkan dulu. Ini kondisi darurat, kondisi bencana yang harus segera diambil langkah-langkah cepat,” ujarnya.

