GELUMPAI.ID — Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa pemimpin baru Syria, Ahmed al-Sharaa, bertekad untuk membangun hubungan dengan Moskow.
Dalam pertemuan di Moskow pada Kamis, Al Thani menjelaskan bahwa al-Sharaa, yang menggantikan Presiden Bashar al-Assad setelah jatuhnya rezimnya, ingin memperkuat hubungan dengan Rusia.
“Beberapa hari lalu, Presiden al-Sharaa berada di Qatar, dan kami berbicara dengan beliau tentang hubungan historis dan strategis antara Syria dan Rusia,” ujar Al Thani.
Pertemuan ini berlangsung di tengah upaya Putin untuk mempertahankan penggunaan dua pangkalan militer Rusia di Syria, sebagai bagian dari upaya mempertahankan pengaruh di kawasan setelah al-Assad melarikan diri pada Desember 2024.
“Kami ingin memastikan bahwa Syria tetap menjadi negara yang berdaulat, independen, dan utuh secara teritorial, dan kami ingin mendiskusikan dengan Anda kemungkinan memberikan bantuan kepada rakyat Syria, termasuk bantuan kemanusiaan,” kata Putin kepada Emir Qatar.
Pembicaraan juga mencakup situasi di Gaza, di mana Qatar memainkan peran kunci dalam memediasi kesepakatan gencatan senjata pada Januari antara Israel dan Hamas.
“Kami mencapai kesepakatan mengenai Gaza beberapa bulan yang lalu, tetapi Israel tidak mematuhi kesepakatan tersebut,” kata Al Thani.
“Qatar, dalam perannya sebagai mediator, akan berusaha untuk menjembatani perbedaan perspektif guna mencapai kesepakatan untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.”
Putin menanggapi, “Kami tahu Qatar berupaya keras untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Sayangnya, inisiatif yang diajukan, termasuk oleh Anda, belum terlaksana. Orang-orang yang tidak bersalah terus mati di Palestina, yang merupakan tragedi mutlak saat ini.”
Sumber: Al-Jazeera

