Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Quartararo Curhat Soal Motor, Yamaha Panik Belakang Amburadul!

Quartararo Curhat Soal Motor, Yamaha Panik Belakang Amburadul!

GELUMPAI.ID — Yamaha kembali jadi sorotan setelah tampil di bawah ekspektasi pada tiga seri awal MotoGP 2025. Tim pabrikan asal Jepang itu kini terpuruk di posisi kelima alias juru kunci klasemen konstruktor.

Padahal, performa mereka saat tes pramusim di Sepang sempat menipu publik. Grip tinggi di sana membuat Yamaha terlihat kompetitif, tapi kenyataannya jeblok saat balapan resmi.

Di GP Thailand dan Argentina, tak ada satu pun pembalap Yamaha yang masuk 10 besar. Situasi ini bikin tekanan makin besar untuk Fabio Quartararo dkk.

Meski sesi kualifikasi sempat memberi harapan, hasil balapan tetap jauh dari kata memuaskan. Quartararo hanya mampu finis keenam di Sprint, sementara rekan setimnya, Jack Miller, menyumbang hasil terbaik dengan posisi lima di balapan utama GP Austin.

Quartararo sempat bertarung ketat dengan motor Ducati di Sprint dan menyadari langsung di mana letak kelemahan M1.

“Di pengereman lurus, kita cukup oke,” ujar Quartararo.

“Tapi di tikungan seperti Turn 15, mereka bisa menghentikan motor dengan dua roda. Kita cuma pakai rem depan.”

“Jadi saat coba mengikuti mereka, aku terlalu menekan bagian depan, bikin beberapa kesalahan, walau juga bisa beberapa kali menyelamatkan motor,” katanya. “Kami harus tingkatkan bagian belakang, bukan cuma soal traksi, tapi juga soal cara menghentikan motor.”

Menurutnya, masalah utama bukan di sistem pengereman, tapi di keseimbangan motor.

“Pengereman bukan masalahnya. Motornya tidak seimbang,” tegas Quartararo.

“Feeling depan mungkin malah salah satu yang terbaik, bahkan dibandingkan Ducati. Aku bisa merasakan semuanya dari roda depan.”

“Aku pakai banyak rem depan dibanding mereka. Tapi mereka pakai dua roda buat berhenti, bahkan sambil sliding.”

“Kita cuma rem depan, dan kalau sudah rebah sambil pakai rem depan banyak, itu berisiko…”

“Untungnya aku bisa rasakan limit dan angkat motor sebelum bagian depan benar-benar ambruk,” tambahnya.

“Masalahnya, bagian depan kita bagus, tapi belakangnya buruk. Belakang tidak bantu menghentikan motor.”

Laman: 1 2