Ruang Getizen
Beranda » Ruang Getizen » Rahasia di Balik Dinamika Sekolah: Mengapa Keanekaragaman Individu Bisa Menjadi Kekuatan atau Sumber Konflik?

Rahasia di Balik Dinamika Sekolah: Mengapa Keanekaragaman Individu Bisa Menjadi Kekuatan atau Sumber Konflik?

Opini ditulis oleh: Shinta Komalasari

S2 Program Manajemen Pendidikan Dasar, Universitas Pamulang

 

Di balik aktivitas belajar-mengajar di sekolah, ada dinamika yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat. Banyak orang mengira keberhasilan sebuah sekolah ditentukan oleh kurikulum, fasilitas, atau teknologi. Padahal, faktor paling menentukan justru ada pada manusia: guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, hingga siswa itu sendiri dengan segala karakter, sikap, dan perbedaan yang mereka bawa.

Sebuah penelitian perilaku organisasi dalam pendidikan mengungkap bahwa karakteristik individu dan keanekaragaman (diversity) memainkan peran besar dalam efektivitas kinerja sekolah. Bahkan, keragaman bisa menjadi bahan bakar inovasi atau pemicu konflik, tergantung bagaimana sekolah mengelolanya.

Keberhasilan Sekolah Tidak Ditentukan oleh Gedung, Tetapi oleh Orang-Orangnya

Setiap anggota sekolah datang dengan kepribadian, nilai, persepsi, dan kemampuan yang berbeda. Perbedaan inilah yang membentuk cara mereka bekerja, berkomunikasi, dan berkolaborasi.

Seorang guru yang extrovert mungkin sangat luwes dalam membangun hubungan dengan siswa, sementara guru yang analitis lebih unggul dalam merancang evaluasi pembelajaran. Ada pula guru dengan nilai-nilai profesionalisme tinggi yang selalu menunjukkan komitmen kuat pada kualitas layanan pendidikan.

Namun, perbedaan ini tidak selalu berjalan mulus. Persepsi yang berbeda antara guru dan kepala sekolah bisa menimbulkan miskomunikasi. Sikap yang berbeda antar generasi guru sering memicu friksi. Dan ketika tidak dikelola, keanekaragaman menjadi hambatan bagi kerja sama.

Keanekaragaman di Sekolah: Kekuatan Besar yang Sering Tidak Disadari

Keragaman dalam sekolah sebenarnya sangat kaya: beda usia, latar budaya, masa kerja, gender, hingga pengalaman belajar dan mengajar.

Menurut Robbins & Judge (2019), keberagaman—bila dikelola dengan baik—dapat meningkatkan kreativitas dan kualitas pengambilan keputusan. Dalam konteks sekolah, keberagaman guru dengan latar belakang berbeda justru memperkaya metode pembelajaran dan perspektif pada siswa.

Laman: 1 2 3