GELUMPAI.ID — General Motors (GM) mengumumkan penghentian sementara produksi mobil van listrik BrightDrop di pabriknya di Ontario, Kanada.
Langkah ini diikuti dengan pemangkasan jumlah pekerja, sebagai bagian dari penyesuaian operasional dan ketenagakerjaan untuk menyelaraskan produksi dengan permintaan pasar saat ini.
Serikat pekerja Unifor mengonfirmasi bahwa GM berencana memangkas pekerjaan di pabrik assembly CAMI di Ingersoll, Ontario.
Pabrik tersebut sebelumnya berfungsi sebagai tempat produksi van listrik dan perakitan baterai EV. Meskipun terjadi penurunan produksi, GM tetap berkomitmen terhadap masa depan BrightDrop dan fasilitas tersebut.
Keputusan ini memicu kekhawatiran lebih lanjut di Kanada mengenai dampak kebijakan perdagangan Presiden AS, Donald Trump, yang menerapkan tarif sebesar 25% terhadap mobil buatan luar negeri. Pengenaan tarif ini bertujuan untuk mendorong produsen mobil mengalihkan operasi dari Kanada ke AS.
Lana Payne, presiden Unifor, menilai bahwa tarif dan kebijakan pemerintah AS terkait kendaraan listrik (EV) berperan dalam keputusan GM.
“Kebijakan ini mengganggu investasi dan membekukan proyeksi pesanan di masa mendatang,” ujarnya.
Namun, GM menegaskan bahwa penghentian produksi disebabkan oleh permintaan pasar yang lemah untuk van listrik, bukan dampak kebijakan perdagangan AS.
Data terbaru menunjukkan penjualan BrightDrop meningkat 7% pada kuartal pertama, meskipun penjualannya masih rendah dibandingkan target awal.
GM juga mengungkapkan bahwa pemutusan sementara produksi akan dimulai pada 14 April, dengan rencana untuk membuka kembali pabrik pada Mei untuk produksi terbatas. Ke depan, pabrik ini akan beroperasi dengan satu shift, yang diperkirakan akan menyebabkan PHK permanen bagi hampir 500 pekerja.
Sumber: CNBC Indonesia

