News
Beranda » News » Rakyat Israel Ajukan Protes Anti-Pemerintah, Tuntut Hentikan Perang di Gaza

Rakyat Israel Ajukan Protes Anti-Pemerintah, Tuntut Hentikan Perang di Gaza

GELUMPAI.ID — Mobilisasi 360.000 reservis IDF pasca-7 Oktober 2023 sangat masif. Ini menjadi panggilan terbesar sejak Perang Yom Kippur 1973.

Ribuan reservis muncul melebihi panggilan awal. Bahkan, banyak yang ditolak karena kekurangan senjata.

Semangat awal begitu tinggi. Reservis bertekad menghancurkan musuh dan menyelamatkan sandera.

Sembilan belas bulan kemudian, motivasi itu memudar. Perang berkepanjangan dan tujuan yang kabur melemahkan semangat.

IDF memanggil puluhan ribu reservis akhir pekan ini. Namun, hanya 60-70% diharapkan hadir.

Protes anti-pemerintah bukan anti-perang. Mayoritas menuntut penghentian perang untuk membebaskan sandera.

Kelelahan fisik dan emosional melanda reservis. Banyak dipanggil hingga enam kali sejak Oktober 2023.

“Saya harus tinggalkan istri dan bayi saya untuk kelima kalinya,” kata seorang reservis.

Mengutip laman The Jerusalem Post, pengecualian wajib militer haredi memicu frustrasi. Reservis merasa beban tidak merata.

Panggilan berulang mengganggu kehidupan keluarga. Karier dan studi reservis juga terhambat.

Ketidakpercayaan terhadap pemerintah meningkat. Banyak reservis curiga perang diperpanjang demi politik.

“Mengapa kami harus masuk lagi ke Gaza?” tanya reservis. “Kenapa tidak selesai sekaligus dulu?”

Tujuan perang tidak jelas. Ketidaksinkronan antara PM dan kepala staf IDF menimbulkan keraguan.

Camaraderie di antara reservis tetap kuat. Namun, tekanan keluarga kini lebih mendominasi.

Panggilan darurat Tzav 8 kehilangan urgensi. Penggunaan berlebihan merusak kredibilitasnya.

IDF menghadapi tantangan besar. Kepercayaan publik dan stamina reservis mulai terkikis.