Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Ralf Schumacher Kritik Direktur Teknis Red Bull Pierre Wache

Ralf Schumacher Kritik Direktur Teknis Red Bull Pierre Wache

GELUMPAI.ID – Mantan pebalap Formula 1 dan pemenang enam balapan, Ralf Schumacher, mengkritik Direktur Teknis Red Bull saat ini, Pierre Wache. Ia menilai Wache tidak sebanding dengan pendahulunya, Adrian Newey.

Mengutip laman CRASH, Red Bull kehilangan sejumlah staf teknis kunci dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya adalah kepala desainer Rob Marshall, kepala strategi balap Will Courtenay, dan direktur olahraga Jonathan Wheatley yang semuanya meninggalkan tim Milton Keynes.

Namun, kehilangan terbesar adalah kepergian Newey, sang guru desain, yang pindah ke Aston Martin pada Maret setelah bergabung dengan Red Bull sejak 2006.

Kepergian para talenta ini bertepatan dengan penurunan performa Red Bull. Tim ini turun ke posisi ketiga di klasemen konstruktor tahun lalu dan kembali gagal menghadirkan mobil yang cepat sekaligus mudah dikendarai.

Setelah kepergian Newey, Wheatley, dan lainnya, Red Bull lebih banyak mempromosikan talenta dari dalam tim, dengan Wache mengambil alih tanggung jawab penuh RB21.

Menurut laporan dari CRASH, Schumacher menilai Red Bull mulai merasakan dampak absennya Newey dan menyalahkan Wache atas kesulitan yang dialami tim saat ini.

“Menurut saya, Pierre Wache jelas bukan Adrian Newey. Oleh karena itu, akan sulit,” kata Schumacher kepada Sky Germany.

Schumacher juga menilai bos tim Red Bull, Christian Horner, menjadi akar masalah. Ia menilai Horner seharusnya tidak membiarkan sosok berbakat seperti Newey pergi.

“Dia membangun seluruh tim dan bersama Dr. [Helmut] Marko bertanggung jawab,” ujar Schumacher.

“Dia seharusnya bisa melihat itu. Dan seharusnya tidak pernah kehilangan Adrian Newey.”

Horner sempat menjadi pusat skandal pesan teks sepanjang 2024, ketika seorang karyawan wanita menuduhnya melakukan perilaku tidak pantas.

Horner akhirnya dibebaskan dari semua tuduhan setelah penyelidikan, namun skandal tersebut sempat mengancam kehancuran tim.

Schumacher menyebut ini sebagai “masalah manajemen klasik” di Red Bull. “Ketika saya berpikir ‘semua berjalan seperti biasa dan saya tidak membutuhkannya’, di situlah masalah mulai muncul. Saya rasa Christian Horner sudah terlalu besar untuk dirinya sendiri dan kini menghadapi dilema.”

Laman: 1 2