GELUMPAI.ID — Rosé BLACKPINK sedang jadi pusat perhatian akibat tuduhan memiliki ‘kompleks kulit putih’.
Isu ini muncul karena pilihan rambut pirangnya dan keputusan memindahkan hak cipta musik dari Korea ke Amerika Serikat.
Rosé, yang lahir di Selandia Baru dan besar di Australia, konsisten berambut pirang sejak debut. Bagi sebagian penggemar, rambut pirang adalah gaya pribadinya. Namun, kritik menyebut itu mencerminkan standar kecantikan Barat.
Dikutip dari Pinkvilla, keputusan Rosé memindahkan hak cipta dari KOMCA ke ASCAP dan BMI memicu kontroversi. Langkah ini dianggap jarang dilakukan artis K-pop besar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pinkvilla, hanya Seo Taiji yang pernah melakukan hal serupa pada 2002. Kritik menyebut ini tanda Rosé menjauh dari industri musik Korea.
“Rosé hanya ingin memperluas kariernya secara global!” tulis penggemar di X.
Penggemar membela Rosé, menyebut keputusannya strategis untuk pasar internasional. Industri musik AS dianggap lebih terorganisir untuk karier global. Latar belakang Rosé yang tumbuh di Barat memengaruhi keputusannya.
Namun, Rosé tetap bangga dengan warisan Korea-nya. Dia sering menunjukkan cinta pada budaya Korea lewat musik dan penampilan.
“Aku suka makanan Korea dan selalu bangga jadi orang Korea,” ujar Rosé dalam wawancara sebelumnya.
Penggemar menilai tuduhan ini salah paham. Mereka menegaskan Rosé hanya menyeimbangkan identitas Korea dengan karier global.
Debat antara kritik dan pendukung masih berlangsung sengit. Kontroversi ini terus jadi topik panas di media sosial.

