GELUMPAI.ID – Drama keluarga Ratna Sarumpaet kembali jadi sorotan! Kali ini, sang cucu, Husin Kamal, melaporkan neneknya ke Bareskrim Polri pada Oktober 2024 atas dugaan penggelapan harta warisan.
Menurut Husin, ayahnya, Mohammad Iqbal Alhady, seharusnya mendapatkan bagian warisan yang sudah ditetapkan pengadilan sejak 2011. “Namun, hingga kini hak tersebut belum diserahkan,” ujar Husin. Ratna dituding menguasai harta warisan tersebut dengan alasan sebagai pengampu Iqbal sejak 2008.
82 Aset di 4 Provinsi Ikut Terseret
Dilansir dari Insert Live, persoalan ini makin runyam dengan adanya putusan pengadilan tahun 2016 terkait 82 aset tak bergerak yang tersebar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Aset-aset ini merupakan peninggalan almarhum A. Fahmy, mantan suami Ratna. Namun, bagian hak waris milik Iqbal tak kunjung diterima.
Berdasarkan hukum positif Indonesia, Ratna seharusnya melaporkan dan mengelola harta tersebut melalui Balai Harta Peninggalan Jakarta. Hak ini harus digunakan untuk kepentingan Iqbal, termasuk biaya hidup dan pengobatan. Ratna juga diwajibkan mempertanggungjawabkan penggunaan harta tersebut kepada pengawas pengampuan. Faktanya, hingga kini Ratna tidak pernah melaporkan daftar harta waris ke Balai Harta Peninggalan Jakarta.
Kisah Pernikahan dan Perebutan Waris
Kasus ini bermula dari pernikahan Ratna dengan A. Fahmy pada 1972, yang dikaruniai empat anak, salah satunya Mohammad Iqbal Alhady. Pernikahan itu berakhir dengan perceraian pada 1987. Fahmy sendiri menikah lagi dua kali setelah Ratna, hingga meninggal pada 2007.
Husin menegaskan bahwa meskipun kondisi kejiwaan ayahnya dianggap tidak cakap mengelola harta, hak waris tetap harus diberikan. “Waktu itu saya masih di bawah umur ketika penetapan waris dilakukan,” tambahnya.
Perjalanan Karier Ratna
Di luar konflik ini, Ratna Sarumpaet dikenal sebagai sosok yang pernah berkarier di dunia teater dan film. Ia mulai menyutradarai pada 1991 dengan karya seperti Rumah Untuk Mama. Ia juga sempat mengadaptasi tragedi Prancis Antigone dalam latar budaya Batak. Namun, skandal keluarga kini seolah mengubur semua jejak manis di dunia seni tersebut.

