News
Beranda » News » Ratusan Guru Geruduk Pendopo Gubernur Banten, Tuntut Hak yang Hilang

Ratusan Guru Geruduk Pendopo Gubernur Banten, Tuntut Hak yang Hilang

GELUMPAI.ID – Ratusan guru bersama mahasiswa dan masyarakat dari berbagai wilayah di Provinsi Banten yang tergabung dalam Solidaritas Pembela Pendidikan Banten (SP2B), turun ke jalan menyuarakan keresahan mereka di depan Pendopo Gubernur Banten, Kamis, 3 Juli 2025.

Aksi damai ini turut dikawal oleh Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Banten sebagai bentuk dukungan terhadap persoalan pelik di dunia pendidikan.

Dalam aksinya, para pendidik menyuarakan empat isu utama yang menjadi perhatian: Tunjangan Tugas Tambahan (Tuta) yang belum dibayar, ketidaktransparanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), ketidakjelasan nasib Calon Pengawas (Cawas), hingga soal Tunjangan Kinerja (Tukin) yang belum merata.

Ketua EW-LMND Banten, Muhammad Abdullah menyatakan bahwa keterlibatan pihaknya adalah bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi pendidikan yang makin kompleks.

“Jangan sampai para guru terkena intimidasi. Jika terjadi, kami akan melakukan perlawanan,” tegas Abdullah.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi ini adalah wujud solidaritas terhadap para pendidik.

“Keterlibatan kita pada aksi ini selain bentuk solidaritas, juga merupakan bentuk kepedulian kita terhadap kompleksnya permasalahan pada sektor pendidikan,” ujar Abdullah pada 3 Juli 2025.

Abdullah juga mengingatkan bahwa jika kondisi ini dibiarkan, bisa berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di sekolah.

“Jika permasalahan ini kita biarkan, bagaimana dengan nasib siswa, bagaimana mereka akan mendapatkan ilmu pengetahuan, kalau guru-gurunya hilang semangat mengajar karena hak-haknya tidak terpenuhi,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa LMND tetap akan konsisten mengawal berbagai isu pendidikan di Banten, terutama yang berkaitan dengan hak-hak para pendidik.

“Kita LMND akan tetap konsisten di garis perjuangan, terutama pada isu-isu pendidikan, terlebih saat ini hak-hak guru di Provinsi Banten banyak yang terabaikan oleh pemerintahnya sendiri,” katanya.

Tuta Tertunggak Enam Bulan

Koordinator aksi, Tajeri, turut menyampaikan keluhan para guru yang hingga kini belum menerima Tunjangan Tugas Tambahan (Tuta) mereka selama enam bulan terakhir.

Laman: 1 2