GELUMPAI.ID – Aktor senior Ray Sahetapy tutup usia pada Selasa (1/4) di usia 68 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang, termasuk Dennis Adhiswara. Menurutnya, Ray bukan sekadar mentor, tapi juga teman curhat yang asyik.
“Ada sesuatu yang spesial dari beliau. Beliau nggak cuma sebagai mentor saja, tapi juga sebagai teman nongkrong yang asyik ternyata. Yang tadinya kami bertemu cuma saat meeting asosiasi saja, ujung-ujungnya malah nongkrong di coffee shop. Terus juga nonton bareng. Kita juga sering bertandang ke rumah masing-masing. Kita sering ngomongin segala hal,” ujar Dennis saat ditemui di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/4).
Dennis mengenang banyak pelajaran yang ia dapat dari Ray. Dari soal kehidupan, perempuan, negara, sampai seni peran.
“Ada satu hal yang dia kasih tahu, tentang bagaimana misteriusnya wanita. Bagaimana negara kita itu begitu kuat. Bagaimana perfilman Indonesia dan seniman itu adalah tulang punggung bangsa,” kenangnya.
Menurut Dennis, Ray adalah sosok yang lengkap. “Mungkin orang mengenal beliau dari karyanya aja, tapi beliau bisa dibilang om yang komplitlah,” lanjutnya.
Dennis juga mengingat momen terakhirnya bertemu Ray. Sejak terserang stroke, aktor kawakan itu lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit.
“Terakhir di ulang tahun istri saya, Januari 2023, itu ketemu langsung. Sesudah itu juga ada sih. Jadi memang kebetulan tahun 2023 setelah dia stroke, dia lebih banyak di rumah sakit,” ungkapnya.
Ray Sahetapy kini disemayamkan di Rumah Duka Sentosa Blok C, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat.
Sumber: Insert Live

