GELUMPAI.ID – Maxim Indonesia menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup menggelar kegiatan peduli lingkungan bertajuk ‘Maxim: Ride For A Better World’.
Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahunnya yang ke-7, dengan melakukan aksi penanaman 700 bibit bakau di Taman Wisata Alam Mangrove, Angke Kapuk, Jakarta Utara.
Aksi ini merupakan wujud komitmen Maxim dalam menjaga kelestarian lingkungan hutan bakau serta mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Rasio Ridho Sani, turut memberikan apresiasinya kepada Maxim serta mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga ekosistem lingkungan terutama tanaman bakau di Indonesia.
“Kami mengapresiasi inisiatif Maxim dalam aksi penanaman bibit mangrove yang juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memulihkan ekosistem pesisir dan mengurangi dampak perubahan iklim. Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujarnya, Kamis 19 Juni 2025.
Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, mengungkap pada aksi penanaman bibit bakau ini diikuti oleh seluruh karyawan Maxim se-Jabodetabek dan sejumlah mitra pengemudi yang menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian mereka terhadap isu lingkungan.
Menurutnya, kehadiran mereka menegaskan bahwa upaya pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama, dan penanaman 700 bibit mangrove ini merupakan salah satu langkah nyata perusahaan dalam memberikan dampak positif untuk keberlangsungan lingkungan hidup.
“Tentunya dalam momentum 7 tahun kehadiran Maxim di Indonesia ini, kami ingin merayakannya dengan cara yang bermakna, yaitu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan. Penanaman mangrove ini adalah simbol komitmen kami untuk keberlanjutan dan harapan agar kita semua dapat terus berkarya dengan lingkungan yang lebih baik,” jelasnya.
Dirhamsyah menjelaskan, suasana perayaan semakin meriah dengan kehadiran Miss Universe Asia Indonesia 2025, Velisya Sonya, yang turut berpartisipasi dalam penanaman mangrove.

