GELUMPAI.ID – Lonjakan tajam jumlah pengaduan masyarakat terhadap pemberitaan media mencatatkan rekor baru.
Dalam enam bulan pertama tahun 2025, Dewan Pers menerima 780 pengaduan, angka tertinggi dalam empat tahun terakhir untuk periode yang sama.
Lonjakan ini tak sekadar angka, ia menjadi sinyal penting akan naiknya kesadaran publik, sekaligus cermin tantangan serius bagi kualitas jurnalisme Indonesia.
Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Muhammad Jazuli, menyebut fenomena ini sebagai pertanda dua hal, antara masyarakat semakin memahami haknya untuk mengoreksi pemberitaan yang tak akurat, dan bahwa sebagian media, terutama media daring yang disebut masih gagal menjunjung etika jurnalistik.
Dari total 780 laporan, bulan Juni 2025 mencatat 199 pengaduan, angka tertinggi dalam satu bulan sejak 2022.
Yang menarik, lebih dari 90 persen aduan ditujukan ke media berbasis internet, dengan saluran pelaporan didominasi layanan elektronik, seperti Layanan Pengaduan Elektronik (LPE), email, dan hotline resmi.
Sebagian besar kasus telah tertangani. Hingga akhir Juni, 191 pengaduan dinyatakan selesai, sisanya masih diproses. Tak sedikit pula kasus yang mencuat ke ruang publik, melibatkan media-media arus utama dan isu sensitif.
Salah satu kasus menonjol adalah aduan Kementerian Pertanian terhadap pemberitaan “Poles-Poles Beras Busuk” milik Tempo.co.
Setelah pemeriksaan, Dewan Pers menyatakan berita tersebut melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik, terutama dalam hal visualisasi dan narasi yang dinilai melebih-lebihkan.
Tempo diminta mengubah judul visual, menambahkan catatan klarifikasi, memoderasi komentar pembaca, hingga menyampaikan permintaan maaf.
Kasus lain melibatkan Taman Safari Indonesia (TSI), yang mengadukan 14 media daring, termasuk Kompas.com, Detik.com, dan Tirto.id, atas pemberitaan yang dinilai menyudutkan TSI terkait polemik dengan Oriental Circus Indonesia (OCI).
Tak hanya dari institusi, Dewan Pers juga mencatat pengaduan yang berasal dari mahasiswa, bahkan sebagai bagian dari tugas akademik.

