News
Beranda » News » Rencana Israel untuk Gaza Picu Kekhawatiran Pembersihan Etnis

Rencana Israel untuk Gaza Picu Kekhawatiran Pembersihan Etnis

GELUMPAI.ID — Pemerintah Israel menyetujui rencana yang disebut-sebut dapat mempercepat pembersihan etnis di Gaza. Analis menyebut rencana ini bertujuan mengusir dan memisahkan warga Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana tersebut. Ia mengklaim tujuannya adalah membongkar Hamas dan membebaskan sekitar 24 sandera yang ditahan sejak 7 Oktober 2023.

Rencana ini mencakup pengusiran ratusan ribu warga Palestina dari Gaza utara. Mereka akan dipindahkan ke enam kamp penampungan di wilayah selatan.

Israel berjanji menyediakan makanan di kamp-kamp tersebut. Distribusi bantuan akan melibatkan kelompok bantuan dan perusahaan keamanan swasta.

Sekitar 5.000 hingga 6.000 keluarga akan ditempatkan di setiap kamp. Setiap keluarga harus mengirim seseorang untuk mengambil paket makanan mingguan dari pusat distribusi.

Mengutip laman Al-Jazeera, rencana ini dinilai tidak manusiawi oleh para ahli dan badan PBB. Belum jelas bagaimana 1,5 juta warga lainnya akan mendapatkan makanan.

Israel akan menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasi penerima bantuan. Mereka mengklaim ini untuk mencegah bantuan jatuh ke tangan Hamas, meski semua pria usia tempur dianggap sebagai anggota Hamas.

“Jika dilihat sebagai proyek politik, ini adalah pembersihan etnis dengan makanan sebagai senjata perang,” kata Diana Buttu, mantan penasihat Organisasi Pembebasan Palestina.

Warga Gaza menyatakan ketakutan dan kelaparan setelah dua bulan blokade bantuan oleh Israel. “Kami mati dalam segala cara,” ujar Noor Ayash, 31 tahun.

Mahmoud al-Nabahin, 77 tahun, kehilangan istri, anak, dan rumahnya akibat serangan Israel. “Ini hanya berarti pemusnahan kami,” katanya dari tenda di Deir el-Balah.

Omar Rahman, ahli Timur Tengah, menyebut rencana ini menunjukkan niat Israel untuk menghancurkan Gaza. “Mereka ingin memusnahkan penduduk melalui kelaparan dan pembunuhan massal,” ujarnya.

Heidi Matthews, ahli hukum dari Universitas York, menyebut rencana ini menunjukkan niat genosida. “Kondisi hidup di Gaza sengaja dibuat untuk memusnahkan penduduk,” katanya.

Laman: 1 2