Israel berencana mempekerjakan dua perusahaan keamanan swasta AS, Safe Reach Solutions dan UG Solutions. Perusahaan ini dipimpin oleh mantan anggota CIA dan Pasukan Khusus AS.
Mairav Zonszein dari International Crisis Group menyebut perusahaan-perusahaan ini memberi Israel alasan untuk menyangkal pelanggaran. “Israel juga memanggil ribuan reservis meski banyak yang lelah perang,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres merasa “terkejut” dengan rencana Israel. “Ini akan menyebabkan lebih banyak kematian warga sipil dan kehancuran Gaza,” kata juru bicara PBB Farhan Haq.
Badan PBB menyebut rencana ini melanggar prinsip kemanusiaan. Namun, mereka khawatir harus berpartisipasi agar warga Gaza tidak kelaparan lebih parah.

