News
Beranda » News » Ribuan Umat Kristen Berduka di Makam Suci Yerusalem

Ribuan Umat Kristen Berduka di Makam Suci Yerusalem

GELUMPAI.ID — Umat Kristen dari berbagai belahan dunia berkumpul di Gereja Makam Suci Yerusalem untuk mendoakan almarhum Paus Fransiskus. Misa khusus digelar Rabu (24/4) di gereja berusia berabad-abad itu, menyusul wafatnya pemimpin Gereja Katolik tersebut.

Beberapa jemaat menitikkan air mata di bawah kubah gereja sementara doa-doa bergema. Yang lain menyalakan lilin dan berlutut di Batu Pengurapan, tempat dipercaya tubuh Yesus dipersiapkan untuk pemakaman.

Mengutip laman Middle East Monitor, salah satu yang hadir adalah Azzam Elias (55), warga Palestina asal Betlehem.

“Tuhan memberkati jiwanya. Paus Fransiskus adalah figur internasional yang menyerukan perdamaian dan dialog antaragama,” ujarnya.

Paus Fransiskus meninggal dunia Senin (22/4) setelah mengalami stroke dan serangan jantung. Ia dikenal sebagai paus pembaharu yang kerap menimbulkan kontroversi selama kepemimpinannya sejak 2013.

“Kami berdoa sebagai bentuk terima kasih atas segala yang telah beliau lakukan untuk Gereja,” kata Constance (24), relawan asal Prancis yang ikut dalam misa tersebut.

Ia mengaku meski tak semua umat Katolik setuju dengan kebijakan almarhum, mendoakannya tetaplah penting.

Misa dipimpin oleh Patriark Latin Yerusalem Pierbattista Pizzaballa dan dihadiri berbagai denominasi Kristen di Tanah Suci.

“Kami selalu berdoa untuk persatuan umat Kristen,” kata Marwan Dides, biarawan Fransiskan asal Palestina.

Gereja Makam Suci terletak di Kota Tua Yerusalem Timur yang dicaplok Israel setelah Perang 1967. Tempat ini diyakini sebagai lokasi penyaliban dan makam Yesus, dikelola bersama oleh Gereja Katolik, Ortodoks Yunani, dan Armenia.

Dilansir dari Middle East Monitor, Paus Fransiskus pernah mengunjungi Tembok Barat Yerusalem dan Tepi Barat pada 2014. Ia dikenal sebagai tokoh yang vokal menyerukan perdamaian Israel-Palestina.

Pemerintah Israel sempat memposting lalu menghapus ucapan belasungkawa atas meninggalnya Paus. Media Israel mengaitkan hal ini dengan kritik almarhum terhadap perang di Gaza.

Laman: 1 2