GELUMPAI.ID – Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, melontarkan pernyataan pedas jelang final Liga Europa antara mantan timnya dan Tottenham Hotspur. Ferdinand tanpa ragu menyebut bahwa para penggemar Setan Merah seharusnya tidak terkejut jika tim kesayangan mereka menelan kekalahan dalam laga puncak yang akan dihelat di Bilbao.
Menurut Ferdinand, rekam jejak pertemuan kedua tim sepanjang musim ini menjadi dasar dari pernyataannya. Tottenham Hotspur tercatat telah tiga kali mengalahkan Manchester United, sehingga potensi kekalahan keempat bukanlah hal yang mustahil. Ia bahkan menggunakan istilah yang cukup keras untuk menggambarkan keterkejutan para suporter jika hal itu terjadi.
“Saya tidak berpikir para penggemar bisa terlalu terkejut. Mereka telah mengalahkan kita tiga kali musim ini, jadi tidak akan mengejutkan jika mereka mengalahkan kita untuk keempat kalinya,” ujar Ferdinand dalam sebuah wawancara. “Saya pikir hanya orang bodoh yang akan berkata, ‘Ya Tuhan, aku tidak percaya ini,” tambahnya.
Ferdinand juga menyoroti performa inkonsisten Manchester United di kompetisi domestik Liga Primer Inggris musim ini. Dengan catatan 18 kekalahan dan posisi yang jauh dari harapan di papan tengah klasemen, Ferdinand menilai bahwa ekspektasi tinggi terhadap kemenangan di final Liga Europa tidak realistis.
“Kita berada di urutan ke-16 karena kita telah kalah dalam banyak pertandingan. 18 pertandingan Liga Primer telah kita kalahkan musim ini. Siapa pun yang terkejut jika kita tidak memenangkan pertandingan ini melawan Spurs adalah orang gila, menurut saya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ferdinand memberikan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi manajer baru Manchester United, Ruben Amorim. Terlepas dari hasil final Liga Europa, Ferdinand menekankan pentingnya dukungan penuh dari manajemen klub terhadap Amorim pada bursa transfer mendatang. Ia meyakini bahwa Amorim membutuhkan pemain-pemain yang sesuai dengan filosofi dan gaya bermain yang ingin diterapkannya.
“Dia butuh waktu,” kata Ferdinand. “Dia belum menjalani pramusim atau jendela transfer. Sulit, butuh waktu. Anda harus memberi mereka waktu untuk dapat menerapkan apa yang ingin mereka lakukan. Dia harus mengubah seluruh gaya sepak bola, seluruh formasi baru. Anda bertanya kepada seorang pemain bagaimana rasanya bermain dari empat bek menjadi tiga bek, itu sulit dilakukan,” lanjutnya.
Ferdinand juga menyoroti masalah rekrutmen pemain sebagai pekerjaan rumah besar bagi Manchester United. Ia berpendapat bahwa klub harus fokus mendatangkan pemain yang benar-benar cocok dengan skema taktik Amorim, bukan hanya pemain dengan nama besar atau talenta individu semata.
“Masalah terbesar adalah rekrutmen. Mereka harus merekrut bukan pemain terbaik, bukan pemain paling berbakat, tetapi pemain yang sesuai dengan gaya Amorim,” pungkasnya.
Dengan nada pesimistis namun realistis, Rio Ferdinand memberikan gambaran tentang tantangan berat yang dihadapi Manchester United di final Liga Europa, sekaligus menyoroti pekerjaan rumah besar yang menanti manajer baru dan manajemen klub.

