GELUMPAI.ID – Ducati resmi meluncurkan livery MotoGP 2025 di Italia, lengkap dengan kehadiran Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. Dengan kombinasi pebalap kelas dunia, Ducati optimis mempertahankan dominasinya setelah memenangkan 19 dari 20 seri musim lalu.
Namun, di balik momen perkenalan itu, atmosfer kompetitif sudah terasa antara kedua pebalap ini. Dalam pernyataan persnya, Marquez tetap menjaga jarak emosional dan lebih memilih merahasiakan strateginya.
“Saat ditanya apakah ini musim terpenting dalam kariernya, dia menjawab tidak, karena tahun 2024 adalah momen comeback,” ungkap Jordan Moreland, Manajer Media Sosial Crash.net.
Menurut Moreland, Marquez tampak mengadopsi pendekatan lamanya yang lebih fokus dan penuh determinasi. “Dia kembali siap merebut gelar dari putaran pertama, sesuatu yang tidak dikatakannya sejak 2020.”
Dinamika Internal Ducati
Senior Journalist Lewis Duncan menambahkan bahwa pergeseran fokus Marquez sudah mulai terlihat. Untuk pertama kalinya sejak menandatangani kontrak dengan Ducati, Marquez mulai berbicara tentang kejuaraan dunia.
“Dia bahkan mengungkapkan ekspektasinya di hadapan Pecco Bagnaia,” jelas Duncan. “Setelah musim di Gresini, dia telah membuktikan dirinya dan hampir mengalahkan Bagnaia di Jerez meskipun menggunakan motor yang inferior.”
Ketegangan antara kedua pebalap ini kemungkinan akan menjadi sorotan besar musim ini.
Bayang-Bayang Valentino Rossi
Di luar lintasan, Valentino Rossi turut memainkan peran sebagai pemicu drama. Rossi sebelumnya mengkritik keputusan Ducati untuk merekrut Marquez, menyulut kembali rivalitas lama yang masih panas.
Editor Crash MotoGP, Peter McLaren, menjelaskan bahwa Marquez sejauh ini memilih untuk tidak menanggapi komentar Rossi. “Marquez tampaknya melihat ini sebagai dorongan semangat. Baginya, komentar semacam itu menunjukkan lawan sedang khawatir.”
Ducati tak hanya menghadapi tantangan teknis, tetapi juga dinamika emosional di antara para pebalapnya. Bagaimana persaingan ini akan berkembang? Hanya waktu yang akan menjawab.

