GELUMPAI.ID – Mantan muncikari artis, Robby Abbas, kembali menghebohkan publik dengan pengakuan mengejutkan soal dunia prostitusi selebritas.
Robby mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi perantara jasa kencan para artis dengan pria hidung belang. Ia menyebut sejumlah inisial artis yang masuk dalam daftar pelanggannya.
Menurut laporan dari GRID, Robby menyebut nama-nama seperti FB, FF, dan TB yang merupakan bintang sabun. Ia menegaskan bahwa usia bukan penghalang, karena ketenaran menjadi daya tarik utama.
“Ukuran tua atau nggaknya nama besar dia di dunia entertain orang nggak meragukan. Banyak, ya BS, RF. RF bukan Roro Fitria, aku sempet dilaporin sama Roro Fitria waktu itu, tapi kan terbukti bukan dia,” kata Robby Abbas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari GRID, Robby juga mengungkap tarif kencan termahal yang pernah ditangani mencapai Rp 400 juta per hari. Tarif ini berlaku untuk kencan ke luar negeri dengan durasi menginap satu malam.
“Iya berlaku, yang termahal yang pernah aku bawa untuk ke luar negeri ya saat itu ya, 400 juta sehari. Kita berangkatnya waktu itu pesawatnya pagi pulangnya besokannya lagi pagi,” ungkap Robby.
Selain itu, Robby menyebut ada dua model iklan sabun yang pernah dibawanya ke Bali dengan tarif Rp 175 juta.
“Yang tadi, dua-duanya (model iklan sabun) yang satu ke Bali 175 juta,” tambahnya.
Robby juga mengaku pernah memiliki bukti transaksi jasa prostitusi dari beberapa artis, termasuk model majalah dewasa berinisial AA. Ia menyesalkan sikap AA yang membongkar aib sesama model.
“Bukti transaksi? Karena aku sudah nggak ada jualan sekarang bang. Kalau aku masih seperti dulu ya bisa dilihat di Polres siapa aja,” ujar Robby.
Seperti yang dilaporkan oleh GRID, selama proses pemeriksaan, Robby mengungkap bahwa lebih dari 30 artis pernah diperiksa sebagai saksi di Polres Jakarta Selatan.
“Yang dikonfrontir sama aku ada sekitar 30 artis lebih di Polres Jakarta Selatan. Ada TM ada SB,” jelas Robby Abbas.
Pengakuan Robby ini kembali membuka tabir gelap di balik gemerlap dunia hiburan yang selama ini jarang terungkap ke publik.

