GELUMPAI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kini tengah memusatkan perhatian pada pembangunan dan penataan Kawasan Royal, yang digadang-gadang bakal menjadi ikon baru sekaligus pusat perekonomian di jantung Ibu Kota Provinsi Banten.
Kawasan yang sebelumnya dikenal semrawut itu kini dipoles ulang dengan konsep modern dan estetik.
Pemerintah berharap, wajah baru Royal tak hanya menambah daya tarik kota, tapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal yang mampu meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan pedagang.
Kepala Bapenda Kota Serang, Hari W Pamungkas, mengatakan bahwa pembangunan Royal dengan pendekatan ekonomi perkotaan diharapkan dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap perputaran uang di Kota Serang.
“Kalau melihat dari teori, satu rupiah belanja itu bisa menghasilkan lima kali pendapatan. Mudah-mudahan teori itu bisa terbukti, karena berdasarkan teorinya seperti itu,” katanya, Selasa 21 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur di kawasan Royal akan berimplikasi langsung pada peningkatan retribusi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dampak tersebut diharapkan ikut mendorong proyeksi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Serang.
“Kalau target tentu kami lihat dari teori tadi. Jadi, dengan satu rupiah yang dikeluarkan untuk pembangunan pedestrian maupun Royal bisa meningkatkan pendapatan lima kali lipat,” jelasnya.
Tahun ini, kata Hari, Pemkot Serang menargetkan PAD sebesar Rp328 miliar, yang bersumber dari penggabungan pajak dan retribusi daerah.
Ia optimistis, pengembangan kawasan Royal akan menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi daerah.
“Termasuk dari pembangunan Royal ini juga bisa menjadi sumber pendapatan untuk realisasi pendapatan ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Walikota Serang, Budi Rustandi, menegaskan bahwa penataan Royal Baroe dilakukan dengan konsep yang lebih tertata, modern, dan ramah pengunjung.
Menurutnya, kawasan tersebut akan menjadi simbol ekonomi kreatif Kota Serang yang mendorong pertumbuhan UMKM dan pariwisata perkotaan.

