Lifestyle
Beranda » Lifestyle » Rumah Tanpa Pagar: Simbol Gaya Hidup di Amerika

Rumah Tanpa Pagar: Simbol Gaya Hidup di Amerika

GELUMPAI.ID – Rumah tanpa pagar kian menjadi pemandangan umum di kawasan perumahan Amerika Serikat. Fenomena ini sering kali memancing tanda tanya, terutama dari masyarakat negara lain yang terbiasa dengan rumah berpagar. Ternyata, keputusan ini bukan sekadar soal estetika, tapi mencerminkan norma sosial hingga aturan hukum setempat.

Tradisi dan Budaya

Di Amerika Serikat, pagar bukan elemen wajib dalam desain hunian. Sebagian besar rumah justru memilih terbuka tanpa pembatas. Jika pun ada, biasanya berupa pagar hias pendek yang sekadar memberi aksen tanpa fungsi proteksi. Keberadaan pagar tinggi malah dianggap mengurangi nilai sosial.

Aturan yang Ketat

Hukum zonasi di banyak wilayah AS secara tegas mengatur pemasangan pagar. Beberapa daerah bahkan mewajibkan izin resmi sebelum pemasangan, dengan prosedur yang rumit dan biaya tambahan. “Memilih rumah tanpa pagar adalah keputusan praktis bagi banyak warga,” kata seorang pakar arsitektur setempat.

Alasan Keamanan

Tanpa pagar, akses kendaraan darurat, seperti mobil pemadam kebakaran, menjadi lebih leluasa. Ini penting, mengingat mayoritas rumah di AS terbuat dari bahan mudah terbakar, seperti kayu, yang rawan memicu kebakaran besar.

Estetika dan Biaya

Di mata sebagian besar warga, pagar dianggap mengganggu estetika lingkungan perumahan. Sebagai gantinya, banyak yang memilih mempercantik halaman depan dengan taman minimalis. Selain itu, biaya pemasangan pagar cukup tinggi, membuat banyak orang enggan menambah beban finansial.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana gaya hidup, budaya, dan aturan lokal membentuk wajah perumahan di Amerika. Rumah tanpa pagar bukan sekadar desain, tetapi simbol keterbukaan dan efisiensi.

Sumber: CNBC Indonesia