GELUMPAI.ID — Komika dan sutradara Ryan Adriandhy berbagi kisah perjuangannya menghadapi ADHD sejak kecil.
Kondisi ini membuatnya sulit fokus saat belajar di sekolah.
Ryan sering teralihkan, lebih suka menggambar atau mengobrol di kelas.
“Waktu kecil agak sulit fokus,” ungkap Ryan.
“Ketertarikan saya cepat berpindah-pindah,” lanjutnya!
ADHD sempat menjadi tantangan dalam proses belajarnya.
Namun, energi berlebihnya justru mendukung kreativitasnya.
Mengutip laman Insert Live, energi itu membantu Ryan menyelesaikan film Jumbo.
Proyek film pertamanya itu rampung setelah lima tahun.
“Energinya panjang banget,” ujar Ryan.
“Itu yang bikin saya bertahan lima tahun,” tambahnya!
Ryan juga menjalani konsultasi profesional untuk memahami kondisinya.
Ia belajar menjadikan ADHD sebagai kekuatan, bukan hambatan.
“Saya diajak kenalan dengan kondisi ini,” jelas Ryan.
“Ini bisa jadi kekuatan kalau saya tahu cara mengontrolnya,” katanya.
Kini, Ryan melihat ADHD sebagai bagian dari identitas kreatifnya.
Ia menyalurkan energinya melalui stand-up comedy dan film.
“Saya tahu bagaimana mengarahkan ADHD sekarang,” tutup Ryan!
Kisah Ryan menginspirasi banyak orang tentang penerimaan diri.
Perjuangannya menunjukkan ADHD bisa jadi sumber kreativitas.

