GELUMPAI.ID – Gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, menyatakan bahwa timnya harus mengubah taktik di paruh kedua musim ini setelah dirinya menjadi target utama tim lawan. Performa apiknya di posisi gelandang bertahan menjadi alasan utama perubahan tersebut.
Pemain berusia 23 tahun ini mengakui bahwa ia menyadari dirinya lebih sering menjadi sasaran pemain lawan di paruh kedua musim. “Itu persis seperti itu. Semuanya juga baru bagi lawan. Setelah itu mereka tahu bagaimana kami bermain dan kemudian kami harus mencoba mencari solusi,” kata Gravenberch.
Gravenberch menjelaskan bahwa di paruh pertama musim, banyak serangan Liverpool mengalir melalui dirinya. “Setelah itu, misalnya, mereka menargetkan saya, tetapi kemudian gelandang lain menjadi bebas, jadi kemudian umpan ke mereka dan kemudian ke saya,” tambahnya.
Ia mengakui bahwa situasi tersebut sempat menyulitkannya. “Itu sedikit sulit juga bagi saya karena Anda tidak mendapatkan bola sebanyak rekan satu tim lainnya,” ujarnya.
Meskipun demikian, Gravenberch melihat ini sebagai peluang untuk peningkatan. “Bagi kami juga, kami bisa meningkatkan gaya bermain kami, mungkin pada akhirnya sedikit terlalu statis, dan juga di lini tengah kami bisa mengubah, misalnya jika saya bermain dengan [Alexis] Mac Allister, dia bisa datang ke posisi saya dan saya pergi lebih tinggi, sehingga akan sulit untuk menekan kami, dan saya pikir itu adalah bagian yang sangat bagus yang bisa kami tingkatkan,” jelasnya.
Saat ini, fokus Liverpool adalah perayaan gelar Liga Primer dan pertandingan terakhir musim ini. Gravenberch juga mengungkapkan ambisinya untuk mencetak gol pertamanya musim ini dalam pertandingan melawan Crystal Palace.

