News
Beranda » News » Sekolah Hijau yang Tumbuh dari Kebiasaan, MTsN 4 Kabupaten Serang Sabet Adiwiyata Tingkat Provinsi

Sekolah Hijau yang Tumbuh dari Kebiasaan, MTsN 4 Kabupaten Serang Sabet Adiwiyata Tingkat Provinsi

GELUMPAI.ID – Di tengah semarak penanaman ribuan pohon dan peluncuran gerakan lingkungan tingkat provinsi, ada satu momen hangat yang menjadi sorotan, penghargaan Adiwiyata Provinsi Banten 2025.

Dari Kabupaten Serang, hanya satu sekolah yang naik ke panggung untuk menerima penghargaan tersebut yaitu MTsN 4 Kabupaten Serang.

Di antara tepuk tangan para tamu, Kepala MTsN 4 Kabupaten Serang, Agus Suherman, berdiri dengan wajah sumringah.

Ia tampak tak hanya bangga atas pencapaian ini, tetapi juga terharu menerima penghargaan dari Gubernur Banten Andra Soni.

“Ini satu-satunya madrasah yang berhasil mendapat Adiwiyata tingkat provinsi tahun 2025, di Kabupaten Serang, hanya kami,” ujarnya, pada Kamis 11 Desember 2025.

Bagi Agus, penghargaan ini bukan sekadar sertifikat yang dipajang di ruang kepala sekolah.

Penghargaan ini adalah wujud dari kerja keras panjang seluruh keluarga besar madrasah mulai dari guru, siswa, komite, dan masyarakat sekitar.

“Mohon doanya. Berikutnya kami akan mencari beberapa sekolah binaan agar bisa ikut meraih Adiwiyata tingkat nasional,” katanya.

Ia menuturkan, MTsN 4 telah lama menanamkan budaya ramah lingkungan di sekolah.

Dari menjaga kebersihan, menata ruang hijau, hingga memperbanyak tanaman sesuai standar Adiwiyata.

“Madrasah kami sudah hijau, asri, dan memiliki jumlah tanaman yang memenuhi kriteria. Semua itu kami lakukan agar nilai-nilai Adiwiyata benar-benar tumbuh dalam karakter siswa,” tandasnya.

Di belakang keberhasilan sekolah, ada peran guru dan para siswa yang tak kalah penting.

Pembina OSIS MTsN 4 Kabupaten Serang, Fina Fahriah, menjelaskan bahwa budaya peduli lingkungan ditanamkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan terus menerus.

“Sekolah Adiwiyata itu sekolah yang peduli lingkungan. Kami membiasakan anak-anak membuang sampah pada tempatnya, mengurangi plastik dengan membawa tumbler dan kotak makan dari rumah,” katanya.

Di madrasah itu, penghijauan bukan sekadar program musiman. Siswa terlibat langsung dalam menanam tanaman hijau, merawat greenhouse sekolah, hingga mengelola bank sampah.

Laman: 1 2