GELUMPAI.ID – Wacana program seragam gratis untuk pelajar di Kota Serang mulai mendapat dukungan.
Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Roni Alfanto, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh program tersebut, selama kondisi keuangan daerah memungkinkan.
“Seragam gratis ya, seragam gratis itu kan dalam rangka menunjang pendidikan. Selama APBD kita mensupport, ya tidak ada salahnya, kami mendukung-dukung saja. Karena itu memang langsung dirasakan manfaatnya oleh para anak-anak, pelajar yang ada di Kota Serang,” kata Roni saat ditemui usai rapat Paripurna pada Selasa 16 Juli 2025.
Ia mengatakan bahwa prinsipnya DPRD siap mengawal kebijakan tersebut, jika memang anggaran daerah mampu mengakomodir.
Roni pun memberi sinyal positif, melihat adanya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
“Prinsipnya kami mendukung selama anggaran itu mencukupi. Dan kita berharap keuangan atau fiskal APBD Kota Serang mudah-mudahan cukup. Kita tunggu saja pembahasan nanti,” terangnya.
Namun, sebelum benar-benar diluncurkan, Roni menyebut program ini akan dibahas lebih detail dalam proses penyusunan APBD mendatang.
“Secara keseluruhan itu di pembahasan akan kita detailkan dulu. Kalau memang memungkinkan kenapa tidak,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, memastikan bahwa program seragam gratis ini merupakan salah satu dari 13 program prioritas Pemkot Serang di bawah kepemimpinan Walikota Budi Rustandi dan Wakil Walikota Nur Agis Aulia.
“Kemarin juga kami sudah rapatkan, tapi coba seperti apa mekanismenya nanti kita akan tentukan di pembahasan. Di tahun 2026 dan masuk ke dalam RPJMD ya,” ujar Nanang.
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan akan menjadi penanggung jawab teknis pelaksanaan program ini, termasuk dalam merumuskan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan (juklak-juknis).
“Program ini tentu harus kita akomodir. Mekanisme-mekanismenya misalnya apakah nanti anak-anak diberikan seragamnya atau mekanisme yang diberikan uangnya, nah ini belum kita susun juklak dan juknisnya ya. Proposal dan ide dasarnya nanti di Dinas Pendidikan,” tandasnya.

