Bisnis & Ekonomi News
Beranda » Bisnis & Ekonomi » Selamatkan Petani Singkong, Pimpinan Tani Merdeka Indonesia Tuntut Kebijakan Larangan Impor

Selamatkan Petani Singkong, Pimpinan Tani Merdeka Indonesia Tuntut Kebijakan Larangan Impor

GELUMPAI.ID – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia (DPN TMI), Don Muzakir, mengungkap nasib petani singkong di berbagai wilayah Indonesia  yang tengah menghadapi tantangan berat akibat harga jual ditingkat petani anjlok.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya menuntut perlunya diterapkan kebijakan larangan impor tepung tapioka untuk mengakhiri anjloknya harga singkong dan menjaga keberlanjutan industri dalam negeri.

“Harga yang jatuh membuat petani merugi dan terancam kehilangan sumber pendapatan utama keluarga mereka. Persoalan ini sudah berlangsung berbulan-bulan,” ujarnya pada Sabtu 24 Mei 2025, di Kantor DPN TMI, Jakarta Selatan.

Menurut Don Muzakir, perbaikan tata niaga singkong dan kebijakan larangan impor akan menyelamatkan ekonomi keluarga petani singkong yang merugi.

Dalam kondisi ajloknya harga dalam negeri, industri menyerap singkong petani dibawah harga acuan Rp1.350 per kilogram membuat petani menjerit.

“Selama ini, tapioka impor dengan harga Rp600-Rp800 membuat tepung tapioka dalam negeri koleps. Adapun perusahaan yang membeli singkong dengan harga yang berbeda-beda, misalnya ada perusahaan yang membeli singkong sesuai harga yang sudah ditetapkan Rp 1.350 per kilogram, tapi ada perusahaan lain yang membeli lebih rendah, misalnya Rp 1.200 per kilogram maka harus ditertibkan sehingga tercipta keadilan,” papar Don.

DPN TMI mendorong dan mendukung kebijakan pemerintah agar kedua pihak-antara petani dan industri dalam negeri tumbuh bersama.

Atas dasar tersebut, Don menyampaikan DPN TMI menyampaikan 4 tuntutan yang ditujukan kepada stakehaolder terkait.

Pertama, menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) singkong ditingkat petani, yang mencerminkan biaya produksi dan margin keuntungan yang wajar.

Kedua, mengawasi praktik tengkulak dan dugaan permainan harga oleh segelintir pihak yang menguasai rantai pasok (mencegah sturktur pasar oligopsoni)

Ketiga, mendorong program hilirisasi singkong dan industri olahan berbasis desa agar nilai tambah bisa dirasakan petani.

Laman: 1 2 3