Militer Israel merilis foto yang menunjukkan senjata yang disita di Beit Lahiya, termasuk bahan peledak dan puluhan granat.
Di Gaza Selatan, tepatnya di Khan Younis, petugas medis melaporkan bahwa sedikitnya 20 orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas saat serangan udara menghantam sebuah tempat penampungan yang menampung keluarga pengungsi.
Di Beit Hanoun, warga mengatakan pasukan Israel mengepung keluarga yang berlindung di sekolah Khalil Aweida sebelum menyerbu dan memerintahkan mereka untuk menuju Gaza City.
Petugas medis menyebutkan beberapa orang tewas dan terluka selama serbuan tersebut, sementara militer Israel menangkap banyak pria. Israel mengatakan mereka menargetkan puluhan militan dari udara dan darat serta menangkap yang lainnya di Beit Hanoun.
Reuters belum dapat memastikan apakah orang-orang yang tewas adalah pejuang atau bukan. Hamas tidak mengungkapkan jumlah korban di pihaknya, dan kementerian kesehatan Palestina tidak membedakan antara pejuang dan non-pejuang dalam angka kematian.
Israel menegaskan bahwa militan Gaza sering bersembunyi di antara warga sipil, menjadikannya sebagai tameng manusia, namun Hamas membantah klaim ini.
TAWANAN
Secara terpisah, Israel mengatakan pesawat tempurnya menyerang sebuah pusat komando dan kontrol yang berada di kompleks klinik Abu Shabak di Gaza Utara, yang digunakan oleh Hamas untuk menyimpan senjata dan merencanakan serangan. Kementerian kesehatan Gaza mengatakan pusat medis tersebut hancur.
Warga Palestina menuduh Israel melakukan pembersihan etnis untuk mengosongkan daerah utara Gaza dan menciptakan zona penyangga. Israel membantah tuduhan ini dan mengatakan kampanye militernya menargetkan militan Hamas. Militer Israel mengatakan telah menginstruksikan warga sipil untuk mengungsi dari zona pertempuran demi keselamatan mereka.
Perang dimulai ketika kelompok militan Palestina Hamas menyerbu Israel pada 7 Oktober 2023, membunuh 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan membawa lebih dari 250 orang menjadi sandera di Gaza, menurut otoritas Israel.

