News
Beranda » News » Serangan Israel di Gaza Tewaskan Puluhan Warga

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Puluhan Warga

GELUMPAI.ID — Serangan Israel di Gaza menewaskan setidaknya 61 orang sejak Rabu pagi. Serangan menyasar tempat ramai, memperparah kelaparan akibat blokade lebih dari dua bulan.

Serangan drone pengintai menghantam area dekat restoran Thai dan Palmyra di Gaza City. Dua misil menewaskan 17 orang di restoran dan persimpangan terdekat.

Serangan lain di Sekolah al-Karama, lingkungan Tuffah, menewaskan 13 orang. Tiga warga tewas dalam serangan rumah di Jabalia, Gaza utara.

Di Khan Younis, delapan orang, termasuk ayah dan anak-anaknya, tewas. Lima lainnya tewas dalam serangan rumah di wilayah yang sama.

Tenda pengungsi di Deir el-Balah diserang, menewaskan tiga orang, termasuk seorang anak. Pasangan suami-istri tewas di desa Bani Suheila, Gaza timur.

Mengutip laman Al-Jazeera, serangan di kamp pengungsi Bureij menewaskan lebih dari 30 orang. Empat jenazah ditemukan di reruntuhan sekolah yang diserang sebelumnya.

“Warga berlarian mencari perlindungan dari serangan udara,” kata Hani Mahmoud, jurnalis Al Jazeera di Gaza City.

Ia melaporkan seorang petani tewas di Khan Younis saat memanen tanamannya. “Mereka berusaha menanam makanan, tapi serangan terus menggagalkannya,” ujarnya.

Blokade Israel sejak 2 Maret memutus pasokan bahan bakar dan makanan. Kelompok bantuan melaporkan stok makanan hampir habis total.

World Central Kitchen menghentikan operasinya di Gaza. “Kami kehabisan bahan untuk memasak atau membuat roti,” kata mereka di X.

Seorang ibu enam anak di fasilitas UNRWA hanya memiliki roti. “Keluarga saya kehabisan semua jenis makanan lain,” ujarnya.

UNRWA menyerukan Israel untuk mencabut blokade. “Harus ada upaya internasional untuk hentikan bencana kemanusiaan ini,” tulis mereka di X.

Sektor kesehatan Gaza kewalahan dengan 88 persen tempat tidur rumah sakit terisi. Kekurangan obat-obatan memperburuk kondisi pasien.

Mesir dan Qatar menegaskan komitmen mereka untuk gencatan senjata. Mereka bekerja dengan AS untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Gaza.

Hamas menyebut pembicaraan gencatan senjata tak masuk akal. “Tak ada gunanya bernegosiasi saat perang kelaparan dan pemusnahan berlanjut,” kata Basem Naim kepada AFP.

Laman: 1 2