GELUMPAI.ID — Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Lebanon selatan pada Kamis, menargetkan wilayah Nabatieh. Serangan ini merupakan salah satu yang terintens sejak gencatan senjata dengan Hizbullah tahun lalu.
Satu orang tewas dan delapan lainnya luka-luka, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Asap tebal membumbung dari perbukitan yang dibom, memaksa warga mengungsi.
Militer Israel mengklaim serangan menyasar “situs infrastruktur Hizbullah”. Namun, klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Hizbullah belum memberikan tanggapan resmi atas serangan tersebut. Kelompok ini sebelumnya menyatakan telah menarik pasukannya dari perbatasan sesuai kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
Presiden Lebanon Joseph Aoun memantau situasi di Lebanon selatan pasca-serangan. Ia menyampaikan pernyataan singkat melalui akun X-nya.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengutuk keras serangan Israel. “Semua pelanggaran Israel terhadap Resolusi PBB 1701 dan perjanjian gencatan senjata harus dihentikan,” ujarnya di X.
Menurut laporan dari Al-Jazeera, meski gencatan senjata telah disepakati, serangan lintas batas masih terus terjadi. Israel kerap melanggar gencatan senjata dengan menyerang wilayah Lebanon selatan dan lingkungan yang dikuasai Hizbullah di pinggiran Beirut.
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Hizbullah dilarang menyimpan senjata di selatan Sungai Litani. Israel juga diwajibkan menarik pasukannya dari Lebanon selatan dan mengizinkan tentara Lebanon dikerahkan di wilayah tersebut.
Namun, kedua pihak saling tuduh melanggar perjanjian. Israel masih menduduki lima bukit strategis di perbatasan.
Dua roket diluncurkan dari Lebanon ke Israel dalam insiden terpisah. Hizbullah membantah terlibat dalam serangan tersebut.
Eskalasi ini menandai ketegangan baru dalam konflik yang dipicu dukungan Hizbullah terhadap Hamas. Perang Israel di Gaza menjadi salah satu pemicu ketegangan berkelanjutan.
Wakil pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan kelompoknya tidak lagi menyimpan senjata di zona perbatasan. Pernyataan ini merujuk pada kepatuhan terhadap gencatan senjata.

