GELUMPAI.ID — Serangan udara militer AS terhadap terminal minyak Ras Isa di pesisir Laut Merah Yaman telah menewaskan sedikitnya 74 orang, menjadikannya serangan paling mematikan sejak AS memulai kampanye bomnya terhadap Houthi tahun lalu, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Houthi.
Serangan ini juga melukai 171 orang, dengan tim penyelamat masih terus berupaya mencari korban yang hilang.
Menurut sumber Yaman, di antara yang tewas adalah karyawan Safer Oil Company yang mengoperasikan pelabuhan tersebut dan perusahaan minyak Yaman yang bertanggung jawab atas distribusi bahan bakar impor.
Kementerian Pertahanan AS menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk memutus sumber pasokan bahan bakar bagi kelompok Houthi.
Terminal Ras Isa, yang terletak sekitar 55 km dari Kota Hodeidah, juga dikenal sebagai titik penting bagi serangan roket dan drone terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
Menurut AS, serangan ini merupakan upaya untuk menghentikan eksploitasi yang dilakukan oleh Houthi, yang telah menguasai sebagian besar wilayah Yaman dalam dekade terakhir dan terus melancarkan serangan terhadap kapal yang dikaitkan dengan Israel.
Sumber: Reuters

