News
Beranda » News » Serangan Udara AS di Yaman Tewaskan Warga Sipil

Serangan Udara AS di Yaman Tewaskan Warga Sipil

GELUMPAI.ID — Serangan udara AS menghantam Thuqban, Yaman, pada Minggu malam. Sedikitnya 12 warga sipil tewas dan empat lainnya luka-luka. Mohammed, warga setempat, kehilangan tetangganya dalam sekejap.

“Serangan menghancurkan empat rumah,” kata Mohammed kepada Middle East Eye.

“Kami hanya menemukan potongan daging di reruntuhan,” tambahnya.

Empat anak dan dua anak laki-laki Ali Salah tewas. Serangan terjadi pukul 20.00 waktu setempat.

Ada dugaan AS menargetkan area berdasarkan informasi keliru di X. Dua akun anonim menyebut Thuqban sebagai basis militer Houthi. Salah satu pengguna meminta maaf atas kesalahan tersebut.

“Saya menandai area ini sebagai basis bawah tanah,” tulis @VleckieHond.

Mengutip laman Middle East Eye, serangan ini menuai kecaman. Pemerintah AS mengklaim menyerang target Houthi berdasarkan intelijen.

Operasi Rough Rider dimulai pada 15 Maret. Centcom melaporkan 800 target telah dihantam.

Serangan di pasar Furweh pada 20 April menewaskan 12 warga. Tiga puluh lainnya luka-luka, kata pejabat kesehatan. Ahmed kehilangan adiknya di pasar tersebut.

“Ledakan merobek tubuhnya,” ujar Ahmed.

Ali, 50 tahun, selamat dari serangan di pasar.

“Saya melihat tubuh hangus dan anak tewas,” katanya.

Serangan di pusat penahanan migran Sadaa tewaskan 68 migran Afrika. Puluhan lainnya terluka pada Senin dini hari. Inggris bergabung dengan AS menyerang Yaman pada Selasa malam.

Jet RAF menargetkan bangunan yang diduga basis drone Houthi. Serangan AS juga melanda beberapa distrik di Sanaa. Faisal Saghir dan putranya terluka akibat serangan di Bani Hushaish.

“Serangan menghantam rumah tetangga, 30 meter dari flat saya,” ujar Saghir.

“Kengerian di Gaza kini ada di depan pintu kami,” tambahnya.

Putranya yang berusia 12 tahun trauma berat. Saghir menegaskan tidak ada kehadiran militer Houthi di lingkungannya. Serangan ini meninggalkan luka mendalam bagi warga Yaman.

“Kematian warga sipil adalah kegagalan AS,” tegas Mohammed.