News
Beranda » News » Serangan Udara Israel Hantam Gaza, Perundingan Gencatan Senjata Terhenti

Serangan Udara Israel Hantam Gaza, Perundingan Gencatan Senjata Terhenti

GELUMPAI.ID — Israel melancarkan serangan udara yang menghantam sekitar 40 target di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir. Serangan ini terjadi tak lama setelah Hamas menolak tawaran gencatan senjata dari Israel yang dianggapnya tidak memenuhi syarat untuk menghentikan perang sepenuhnya.

Sejak bulan lalu, militer Israel menghentikan gencatan senjata dua bulan yang sebelumnya menghentikan sebagian besar pertempuran di Gaza.

Kini, mereka melancarkan serangan dari utara dan selatan, menguasai hampir sepertiga wilayah Gaza dalam upaya menekan Hamas agar menyetujui pembebasan sandera dan menyerahkan senjata.

Otoritas kesehatan Palestina melaporkan bahwa sedikitnya 30 orang tewas dalam serangan udara tersebut, menambah jumlah korban jiwa lebih dari 1.500 sejak Israel melanjutkan serangan pada bulan Maret.

Militer Israel menyatakan pasukan mereka beroperasi di daerah Shabura dan Tel Al-Sultan yang terletak dekat kota Rafah di selatan Gaza, serta di utara Gaza, di mana mereka telah menguasai sebagian besar wilayah timur Kota Gaza.

Upaya mediasi yang dilakukan oleh Mesir untuk menghidupkan kembali perjanjian gencatan senjata Januari yang terhenti karena Israel melanjutkan serangan udara dan mengirim pasukan darat kembali ke Gaza, tidak menunjukkan adanya kemajuan yang berarti antara kedua pihak.

Khalil Al-Hayya, kepala Hamas Gaza, menyatakan bahwa kelompoknya siap menukar 59 sandera yang tersisa dengan tahanan Palestina yang dipenjara di Israel sebagai imbalan untuk menghentikan perang dan memulai rekonstruksi Gaza.

Namun, ia menilai tawaran Israel yang menyertakan permintaan agar Hamas menyerahkan senjata sebagai “syarat yang mustahil dipenuhi”.

Israel belum memberikan tanggapan resmi terhadap komentar Al-Hayya, namun pejabat tinggi Israel terus menekankan bahwa Hamas harus menyerahkan semua senjatanya dan tidak boleh berperan dalam pemerintahan Gaza di masa depan.

Tawaran gencatan senjata yang disampaikan melalui mediator Mesir juga mencakup pembicaraan mengenai penyelesaian akhir perang, namun tidak ada kesepakatan yang pasti.

Laman: 1 2