News
Beranda » News » Serangan Udara Israel Hantam Kelompok Keamanan Truk Bantuan, 8 Tewas

Serangan Udara Israel Hantam Kelompok Keamanan Truk Bantuan, 8 Tewas

GELUMPAI.ID – Serangan udara Israel pada Kamis (12/12) dilaporkan menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina yang bertugas mengamankan truk bantuan di Gaza Selatan. Peristiwa ini juga menyebabkan puluhan orang lainnya terluka, termasuk beberapa dalam kondisi kritis, menurut keterangan tenaga medis.

Dilansir dari laporan para medis, serangan pertama terjadi di wilayah barat Kota Rafah, menewaskan delapan orang dan melukai setidaknya 30 lainnya. Jumlah korban tewas diperkirakan masih bisa bertambah mengingat banyaknya korban dalam kondisi kritis.

Sementara itu, serangan terpisah di Kota Khan Younis juga menyasar kelompok pria yang bertugas menjaga keamanan distribusi bantuan. Serangan ini kembali menyebabkan korban luka, menurut laporan yang sama.

Hingga berita ini ditulis, pihak militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait serangan tersebut.

Konflik Bantuan yang Dihadang Kelompok Bersenjata

Truk bantuan yang masuk ke Gaza kerap menjadi sasaran kelompok bersenjata. Untuk mengatasi hal ini, kelompok Hamas membentuk satuan tugas khusus. Dilansir dari sumber Hamas dan medis, satuan ini telah menewaskan lebih dari 20 anggota kelompok bersenjata selama beberapa bulan terakhir.

Namun, serangan udara Israel terus memakan korban di pihak keamanan Hamas. Hamas menyebutkan, sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, lebih dari 700 polisi yang bertugas mengamankan truk bantuan tewas akibat serangan udara Israel.

PBB Desak Gencatan Senjata

Pada Rabu (11/12), Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali mengeluarkan resolusi mendesak gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen antara Israel dan Hamas di Gaza. Resolusi tersebut juga meminta pembebasan seluruh sandera.

Meski tidak mengikat, resolusi PBB mencerminkan pandangan global terkait konflik ini. Sebanyak 13 negara abstain dalam pemungutan suara, sementara AS, Israel, dan tujuh negara lainnya menolak resolusi tersebut.

Konflik yang Berkepanjangan

Perang di Gaza meletus setelah kelompok Hamas menyerbu komunitas Israel pada Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan membawa 250 sandera ke Gaza. Sejak itu, militer Israel menggempur sebagian besar wilayah Gaza, menyebabkan hampir seluruh penduduknya yang berjumlah 2,3 juta orang kehilangan tempat tinggal.

Laman: 1 2