GELUMPAI.ID — Serikat pekerja bus kota di Seoul, Busan, Incheon, Gyeonggi, dan 18 wilayah lain di Korea Selatan mengancam mogok serentak. Aksi ini akan digelar akhir bulan ini jika negosiasi upah dengan manajemen gagal.
Rencana mogok diumumkan pada Kamis, 8 Mei 2025, usai perwakilan serikat bertemu di markas Federasi Pekerja Transportasi & Otomotif Korea. Mogok dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei 2025.
Serikat pekerja bus kota di 22 wilayah sepakat mengajukan mediasi sengketa kerja mulai Senin depan. Mereka akan bernegosiasi selama 15 hari periode mediasi.
“Serikat bus kota di 22 wilayah setuju mengajukan mediasi sengketa kerja secara serentak dan berupaya maksimal dalam negosiasi selama 15 hari,” kata Seo Jong-soo, Ketua Federasi!
Jika tidak ada kesepakatan, mogok nasional akan dimulai pada 28 Mei. Aksi ini berpotensi mengganggu layanan transportasi di berbagai kota.
Menurut laporan dari Korea Times, di Seoul, serikat dan manajemen telah menggelar beberapa putaran negosiasi upah. Namun, belum ada titik temu.
Serikat di Seoul telah melakukan aksi kerja sesuai aturan pada 30 April lalu. Aksi serupa kembali digelar pada Rabu, 7 Mei 2025.
Pekerja menuntut kenaikan upah yang layak. Ketegangan antara serikat dan manajemen terus meningkat.
Mogok ini dapat berdampak besar pada mobilitas warga. Pemerintah daerah diminta segera mencari solusi.
Masyarakat diimbau mempersiapkan alternatif transportasi. Situasi akan dipantau hingga batas waktu mediasi berakhir.

