GELUMPAI.ID – Boy group SEVENTEEN kembali menunjukkan komitmennya pada isu kemanusiaan lewat aksi nyata.
Kali ini, mereka menyumbangkan dana untuk memperkuat Global Youth Grant Scheme atau Program Hibah Global Pemuda.
Dana ini merupakan hasil kolaborasi dengan UNESCO, yang akan digunakan untuk mendukung berbagai inisiatif kaum muda di seluruh dunia.
Sejak debut, SEVENTEEN memang kerap membagikan pengalaman dan emosi tulus mereka melalui musik, menjadi representasi beragam momen dalam perjalanan anak muda.
“Makna World Youth Day atau Hari Pemuda Sedunia bagi kami sangatlah istimewa,” ujar para member.
Mereka juga menambahkan pesan hangat, “Kepada seluruh pemuda di seluruh dunia yang terus melangkah menuju impian masing-masing, kami kirimkan dukungan dan semangat.”
Sumbangan ini juga datang dari hasil lelang amal unik. Koleksi tersebut merupakan proyek kolaborasi pada Juni lalu bersama brand fashion Sacai dan platform Joopiter milik musisi sekaligus produser Pharrell Williams.
Dalam koleksi ini, ada jaket kulit rancangan langsung member SEVENTEEN, kaos bertanda tangan, edisi terbatas kolaborasi dengan La Bouche Rouge, hingga kalung hasil kerja sama dengan desainer Yoon Ahn.
Bukan kali ini saja SEVENTEEN menggandeng UNESCO. Pada 2023, mereka diundang ke UNESCO Youth Forum ke-13 di Paris, menjadi artis K-pop pertama yang hadir untuk berpidato dan tampil di sana.
Tahun yang sama, mereka ditunjuk sebagai Youth Goodwill Ambassador atau Duta Persahabatan Pemuda pertama UNESCO, lalu mendonasikan 1 juta dolar AS (sekitar Rp13 miliar) untuk mendukung kreativitas dan kesejahteraan anak muda di seluruh dunia.
Dana ini membantu 100 kelompok pemuda mengembangkan proyek mandiri demi masa depan yang lebih baik.
Konsistensi SEVENTEEN dalam mengangkat isu pemuda pun terus terjaga. Mereka tak hanya bicara, tapi ikut bergerak.
Setelah aksi donasi ini, SEVENTEEN akan melanjutkan kesibukan tur dunia NEW yang dimulai pada 13–14 September di Stadion Utama Incheon Asiad.
Berlanjut ke Hong Kong pada 27–28 September, lalu ke lima kota di Amerika Serikat pada Oktober, dan empat dome besar di Jepang pada November–Desember mendatang.

