GELUMPAI.ID – Silfi Aulia, siswi SMKN 7 Kota Serang, meyakini bahwa permukiman sehat dapat diwujudkan melalui aksi-aksi kecil yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
Hal tersebut ia sampaikan saat mengikuti ajang Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025.
Perempuan kelahiran Serang, 30 September 2007 ini tengah menempuh pendidikan di SMKN 7 Kota Serang.
Di lingkungan sekolah, Silfi aktif dalam organisasi Pramuka dan MMC.
Keterlibatan tersebut menjadi wadah baginya untuk mengembangkan kedisiplinan, kerja sama, dan kepedulian sosial.
Silfi juga memiliki sejumlah capaian di bidang akademik dan non-akademik.
Ia pernah meraih Juara III lomba menggambar kelompok pada pentas seni SMKN 7 Kota Serang, Juara III Semaphore Dance di BPD Kwarcab Kota Serang, serta Juara III lomba ngaji hafalan surat pendek tingkat kampung.
Dalam kesehariannya, Silfi gemar bermain jemblongan, yang menjadi bagian dari aktivitas rekreatif dan kebersamaan di lingkungan sekitarnya.
Motivasinya mengikuti Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025 adalah keinginannya untuk memberi contoh bahwa perubahan tidak harus dimulai dari hal besar.
“Saya ingin memberikan contoh kepada masyarakat bahwa kita bisa melakukan aksi kecil untuk mengubah lingkungan kumuh menjadi permukiman yang sehat,” ujarnya.
Silfi memaknai permukiman sehat sebagai tempat yang memberi rasa aman dan nyaman bagi penghuninya.
“Permukiman yang sehat adalah tempat berpulang, tempat istirahat, tempat mendapatkan kenyamanan, serta bebas dari kekerasan, perundungan, dan tentu saja bebas dari sampah,” jelasnya.
Melalui partisipasinya dalam Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025, Silfi berharap dapat menjadi bagian dari generasi muda yang mendorong terciptanya permukiman yang layak huni, aman, dan sehat, dimulai dari lingkungan terdekat.

