News
Beranda » News » Siswa SMKN 2 Kota Serang Kritis, Diduga Jadi Korban Penganiayaan Oknum Polisi

Siswa SMKN 2 Kota Serang Kritis, Diduga Jadi Korban Penganiayaan Oknum Polisi

GELUMPAI.ID – Seorang siswa SMK Negeri 2 Kota Serang, Arga, diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum polisi.

Peristiwa yang menimpa Arga bersama rekannya itu terjadi pada Sabtu (23/8) sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan KP3B, Kota Serang.

Orang tua korban mengaku mendapat informasi dari pihak kepolisian bahwa anaknya dilarikan ke IGD RSUD Banten karena kecelakaan lalu lintas.

“Sampai di rumah sakit, ada polisi dari Polda Banten yang menyampaikan kalau Arga kecelakaan lalu lintas,” kata Benny Permadi, ayah Arga.

Benny menuturkan, awalnya ia percaya begitu saja dengan keterangan aparat. Namun, ia mulai curiga melihat sikap polisi yang terus berada di rumah sakit.

“Kalau memang betul murni kecelakaan, kenapa polisi sampai menungguin anak saya hingga dokter selesai menangani? Itu yang membuat saya heran,” ujarnya.

Benny mengaku sempat menanyakan alasan polisi menungguinya. Saat ditanya, petugas hanya menyebut bahwa hal itu dilakukan “atas perintah pimpinan”.

Sementara itu, seorang saksi yang juga teman Arga mengungkapkan, luka parah yang dialami Arga bukan akibat kecelakaan, melainkan dipukuli aparat saat patroli di KP3B.

Menurut saksi, ia bersama empat temannya termasuk Arga, semula hanya nongkrong di sebuah bengkel.

Mereka kemudian berangkat menggunakan dua motor untuk mengambil sparepart.

“Setelah ambil sparepart, kami mampir ke pom bensin. Motor Arga lampunya mati, jadi kami jalan pelan. Tiba-tiba rombongan polisi yang patroli naik trail putar balik dan mengejar kami,” katanya.

Karena panik, mereka mencoba kabur. Saksi mengaku sempat dipukul dengan helm di bagian badan, namun tidak mengalami luka serius.

“Kalau Arga dipukul di kepala sampai jatuh dari motor. Pas sudah jatuh pun masih dipukuli pakai tongkat dan helm di bagian kepala,” ujarnya.

Saksi menegaskan siap membantu keluarga Arga membuat laporan resmi. “Kami tidak terima sahabat kami diperlakukan seperti itu. Kami akan jadi saksi,” tandasnya.

Atas kesaksian itu, Benny selaku orang tua merasa kecewa berat dengan tindakan aparat.

Laman: 1 2